Polemik Sastra: Memaknai Ulang Sastra Surat Kabar

Liza Wahyuninto*)
http://celaledinwahyu.blogspot.com/

Bukan kali yang pertama mempolemikkan sastra surat kabar atau lebih akrab dengan sebutan sastra koran yang kehadirannya telah menjadi genre sastra tersendiri. Sastra surat kabar setidaknya telah diakui sebagai sastra baru dengan segala keunikannya dan penulisnyapun dibaiat mendapat predikat sastrawan oleh pembacanya. Tapi tulisan ini tentu tidak menarik jika hanya mendebat para sastrawan surat kabar saja tanpa menguraikan karya yang dihasilkannya. Continue reading “Polemik Sastra: Memaknai Ulang Sastra Surat Kabar”

MAHABBATHIEN SEJARAH

(bathin lebih terhadap sejarah)
Nurel Javissyarqi*
http://sastrapemberontak.blogspot.com/

Sejarah di atas bumi, tak lepas dari yang dikurbankan untuk perut bumi.
Kerajaan Majapahit masih hadir dalam bathin saya, dan di benak pembaca terdapat rekaman sejarah. Tulisan ini bentuk upeti dari kadipaten Lamongan, dipergunakan untuk kedatangan di bencah tua tlatah Jawa. Mojopahit (Majapahit), yang kini lebih dikenal sebutan Mojokerto. Perubahan nama itu tak kurang usaha menghapus pamor, agar kelak tiada pemberontakan di negara Indonesia dalam bentuk apapun, itulah yang saya tangkap. Continue reading “MAHABBATHIEN SEJARAH”

Bahasa ยป