Melodrama

Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/

Politik terkadang butuh melodrama. Pada saat-saat tertentu ia sebuah melodrama tersendiri bahkan. Seperti dalam sinetron yang silih berganti kita saksikan di TV-lakon-lakon yang itu-itu juga, Kitsch yang tanpa malu memperdagangkan ajaran budi pekerti yang simplistis-politik sebagai melodrama bisa juga bicara tentang “moral” dan pada saat yang sama, tak meyakinkan. Continue reading “Melodrama”

La Victime

Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/

Yang jadi soal pada mulanya bukanlah maaf dan rekonsiliasi, melainkan kerendahan hati.Saya membayangkan wajah angkuh seorang laki-laki Arab di abad ke-6 yang menghunus pedang ke dekat leher Muhammad, yang sendirian di tengah malam itu, dan bertanya, “Siapa yang akan bisa melindungimu?” Saya membayangkan wajah itu terkejut, dan pedangnya terlepas, jatuh, ketika Sang Rasul, dengan suara tenang, menjawab, “Allah”. Continue reading “La Victime”

“Lalu Waktu, Bukan Giliranku…”

Goenawan Mohamad
http://tempointeraktif.com/

Seribu tahun, seratus tahun: dalam soal waktu, hitungan-hitungan besar membuat kita kecut. Umur rata-rata seorang manusia tak pernah mencapai jumlah seraksasa itu. Tiap kali kita tercenung di depan buku agenda pribadi yang hampir habis, milenium dan abad tampil dengan sosok yang tak terjangkau. Keduanya adalah fenomena kebersamaan. Continue reading ““Lalu Waktu, Bukan Giliranku…””

Dipalsukan

Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/

KENAPA sejarah sering terasa palsu di Indonesia ini? Penjelasan yang biasanya diberikan ialah: karena kita tak punya alam pikiran Barat. Kita adalah, untuk memakai kata-kata seorang penelaah hikayat raja-raja Melayu, orang-orang yang “secara liar tak tahu dan tak toleran” kepada “kebenaran sejarah”. Continue reading “Dipalsukan”

Besi

Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/

Tuhan, dalam bayangan mereka, adalah Tuhan yang menaklukkan. Ia adalah Tuhan dengan tangan besi.

Di Amerika mereka menyebut diri kelompok Rekonstruksionis. Ada juga yang lebih jauh, dan menyebut diri Christian Identity. Di Israel mereka adalah Gush Emunim dan bersama itu kaum “Kookis”. Di pelbagai negeri mereka adalah Jihad Islam. Di Indonesia mungkin punya nama lain. Mereka tidak satu. Bahkan bisa bertentangan dengan sengit. Tapi sebenarnya mereka berdekatan. Continue reading “Besi”

Bahasa ยป