Keris Kiai Setan Kober

Yudhi Herwibowo
http://suaramerdeka.com/

Dan siapa yang akan berani mengganggu lakuku? Bahkan jin-jin itu pun kuharap akan jera! – Empu Bayu Aji, masa Pajajaran 1150 M

AKU adalah gelora amarah!
Dengan bara bagai percahan matahari dan tempa bagai hujanan batu, aku mulai mengambil wujud. Laku dan mantra kemudian mengisi napasku satu demi satu. Masih kuingat jelas, walau telah ratusan tahun lewat, empu paling termasyur kala itu, menguntai bait-bait mantra dengan ambisi yang memuncak dalam relung hati. Keringatnya yang terus menetes, dan langsung pula menguap, bagai jawaban dari gejolak hati yang membuncah. Continue reading “Keris Kiai Setan Kober”

Sebuah Catatan

Cikie Wahab *
http://www.hariansumutpos.com/

Aku akan naik shinkansen pagi ini menuju Bandara Internasional Narita, Tokyo, menjemput Naoto yang mendarat dari Timur Tengah.

Ia bekerja di salah satu perusahaan swasta di sana, dan aku sebagai teman terdekatnya, berkeinginan bertemu meski pembicaraan kami hanya melalui telepon saja selama dua tahun ini. Continue reading “Sebuah Catatan”

Toko Sepatu

Sunlie Thomas Alexander
http://www.hariansumutpos.com/

Tentu, bagaimana bisa ia lupakan kenangan itu: usianya ketika itu masih begitu belia, sesegar pucuk dedaunan. Baru saja ia tamatkan SMA di kota kecilnya. Belum ada uang untukmu kuliah, kata bapaknya seperti tercenung. Ia tahu pasti, bapaknya tak sampai hati mengucapkan “tidak ada”. Toh, ia hanya tertawa, sudah bisa menerka semua ini saat ia mati-matian mengerjakan soal-soal dalam ujian kelulusannya. Continue reading “Toko Sepatu”

Perempuan di Jendela

Jusuf AN
hariansumutpos.com

Kita pernah menyimpan mimpi, atau lebih tepatnya angan-angan kosong tentang rumah itu. Rumah yang sekarang kau huni itu. Dulu, ketika kau masih sering bertandang ke kamar kos yang terletak di lantai dua yang sampai sekarang masih aku tempati ini, kerap kau membuka jendela, lalu menatap rumah itu lama-lama. Kau mengetahui kalau rumah bergenting biru itu tak ada penghuninya, menunggu ada yang mau menyewa. Dan kau mengungkapkan keinginanmu: ingin menikah denganku lalu tinggal di rumah itu. Rumah mungil sederhana yang dikelilingi sawah, “Berdua tinggal di sana, pastilah nyaman dan indah,” katamu. Continue reading “Perempuan di Jendela”

Bahasa »