Tamu Terhormat

Budi Saputra
http://www.lampungpost.com/

KAMI hanya bisa mengurut dada, menautkan geraham, dan menahan geram berkepanjangan. Kami tak bisa berbuat banyak. Kami hanya dipandang sebagai anak yang tahunya hanya sekolah dan membantu-bantu pekerjaan rumah. Sejak mereka mendapat cucu perdana dalam waktu berdekatan, wuih, maka mulailah mereka melebarkan sayap pemameran. Mereka tak henti-hentinya berpetualangan dari satu rumah ke rumah yang lain. Continue reading “Tamu Terhormat”

Pertarungan Terakhir

Hermawan Aksan
http://www.hariansumutpos.com/

Pada suatu malam gerimis, ketika dedaunan bugenvil menampar-nampar jendela kaca rumah, aku kehilangan tokoh utama ceritaku. Tiba-tiba alur kisah yang tengah kurangkai menjadi buntu, seperti menumbuk bidang datar yang pejal. Tema, konflik, deskripsi suasana, segalanya menjadi tanpa arah, tak ubahnya tersesat di hutan antah-berantah.
Ke mana dia? Continue reading “Pertarungan Terakhir”

Dibuai Mimpi, Berbuah Gaya

Ramadhan Batubara
http://www.hariansumutpos.com/

Berbicara soal keluarga seperti tak ada habisnya. Seperti debu di kursi, meski sudah dibersihkan, tetap saja akan menempel lagi. Ya, dia terus hadir tanpa permisi dan tanpa diminta.

Memang begitulah, kehidupan berkeluarga, meski sudah dikatakan menjadi satu oleh penghulu, tetap saja terdiri dari dua kepala kan? Dua kepala ini pun ternyata dilatarbelakangi oleh sekian banyak kepala lainnya; baik dari pihak orangtua, saudara sekakek, dan sebagainya. Bisa bayangkan bagaimana untuk memenej itu semua? Continue reading “Dibuai Mimpi, Berbuah Gaya”

Kabut Hitam di Mata Merah

Budiah Sari Siregar
http://www.hariansumutpos.com/

Merah, entah kenapa hatiku selalu terenyuh tiap kali mendengar namanya. Terlebih-lebih jika melihat wajahnya.

Pipinya yang tak pernah lepas dari blush on justru membuatku semakin kasihan padanya. Aku tak tahu apa sebabnya, padahal ia termasuk anak yang jarang terlihat murung di kampus. Merah, aku pertama kali melihatnya saat kami sama-sama menjadi mahasiswa baru di kampusku. Waktu itu hari pertama PAMB (pembekalan akademik mahasiswa baru) setengah tahun yang lalu. Continue reading “Kabut Hitam di Mata Merah”

Suatu Malam di Rumah Tuan Ruffel

Delvi Yandra
http://www.hariansumutpos.com/

Lilian tidak menyangka peristiwa itu akan terjadi. Noki dan gerombolannya telah berencana mencuri wadah porselen ajaib yang konon dapat membuat seseorang menjadi lebih dewasa dan tampan. Wadah porselen itu tersimpan rapi di rumah Tuan Ruffel. Tetapi, hanya sedikit orang yang tahu keajaiban wadah porselen itu.

Semua berkat ramalan Nyonya Fox dan peta curian. Dan sekarang, mau tidak mau Lilitan harus menyusul ke sana. ke rumah Tuan Ruffel. Continue reading “Suatu Malam di Rumah Tuan Ruffel”

Bahasa ยป