Budi Saputra
http://www.lampungpost.com/
KAMI hanya bisa mengurut dada, menautkan geraham, dan menahan geram berkepanjangan. Kami tak bisa berbuat banyak. Kami hanya dipandang sebagai anak yang tahunya hanya sekolah dan membantu-bantu pekerjaan rumah. Sejak mereka mendapat cucu perdana dalam waktu berdekatan, wuih, maka mulailah mereka melebarkan sayap pemameran. Mereka tak henti-hentinya berpetualangan dari satu rumah ke rumah yang lain. Continue reading “Tamu Terhormat”
