Rahasia Papa

Dwi Rejeki
http://www.suarakarya-online.com/

Ayah memang selamanya begitu. Diam saja kalau dipojokkan oleh gerutuan ibu. Tapi laki-laki yang bekas tentara, bertulang dada kukuh dengan sorotan mata yang tajam itu, akan membalikkan omelan ibu esoknya. Bukan dalam bentuk dampratan. Sambil bercanda, lalu mengecup kening ibu, papa akan membalikkan seluruh dampratan itu menjadi sebuah jawaban telak. Dan ibu sering terkecoh oleh strategi papa. Suatu siasat militer yang ampuh. Continue reading “Rahasia Papa”

Kucing

Aba Mardjani
http://www.suarakarya-online.com/

Untuk kesekian kalinya ibu menceramahiku begitu dia menangkap kesan aku bekerja setengah hati. Seperti biasa, dengan wajah tanpa gurat emosi sedikit pun. Dalam kesal pun ibu selalu bisa menjaga suaranya seperti ombak tanpa debur.

“Bekerja itu yang ikhlas, Dido,” kata Ibu sambil terus mengawasiku merapikan segerobak pasir yang berserakan di samping rumah. “Keikhlasan membuat hati dan dadamu lapang. Tanpa sekat. Kamu tak perlu bekerja dan menyelesaikan tugasmu kalau kamu memang tak mau. Ibumu masih sehat. Masih bisa mengerjakannya sendiri.” Continue reading “Kucing”

Cemeng

Teguh O Wijaya
http://www.suarakarya-online.com/

Sekitar lima bulan lalu, istri saya menemukan seekor Cemeng di teras saat pagi buta. Cemeng itu berdiri dengan badan gemetar. Tubuhnya masih sebesar kepalan orang dewasa dan umurnya kira kira baru dua bulan. Cemeng kotor tak terurus: kedua ujung matanya dipenuhi belek dan separuh tubuhnya yang kurus basah oleh lumpur comberan. Continue reading “Cemeng”

Tuhan Memang Lucu dan Maha Berkehendak

Bamby Cahyadi
lampungpost.com

Sudah lama kami mendambakan seorang keturunan. Ya, seorang anak. Aku dan istriku ingin sekali punya bayi lucu sebagaimana layaknya orang tua yang suka pamer foto anaknya di profil Facebook dan BlackBerry. Dalam kehidupan berumah tangga, mungkin itu saja tujuan kami masih bertahan sebagai pasangan suami-istri. Punya anak.

Hingga kini buah-hati yang kami tunggu-tunggu belum juga dilepas-lepas dari genggaman Tuhan ke rahim istriku. Continue reading “Tuhan Memang Lucu dan Maha Berkehendak”

Dendam Rembulan

S.W. Teofani

Adalah masa di mana kebenaran menyatakan halnya. Kejujuran menunjukan adanya. Tak ada yang mampu menutupi meski pintu dari baja. Tak ada tempat tersembunyi meski ceruk paling ciut. Aku ingin bertanya, pernahkah kau menyimpan dusta? Kemudian mencari pembenaran-pembenaran untuk menipiskan dosa. Merangkai kelopak-kelopak makna yang bisa menutupinya. Bersembunyi pada diri supaya tak ada yang melihatnya. Continue reading “Dendam Rembulan”

Bahasa ยป