Layang-layang

Han Gagas
Minggu Pagi Jogja, 1 Mei 2011

Ia tak melihat, sehelai daun melayang dengan pelan dan lembut, sedikit memutar, lalu rebah di bahu kirinya. Daun itu masih saja bergerak pelan, ketika ia menoleh ke kiri, dan melekatkan matanya lebih kuat pada sesuatu yang gelap di sana. Continue reading “Layang-layang”

Kursi Bos

Denny Mizhar

Jangan melawan kekuasaan, nanti akan tumbang. Berbaik-baiklah padanya. Kau akan selamat dalam bekerja. Terpenting bagi hidup adalah isi perut. Bukan idealisme. Sebab idealisme di tempat ini selalu masuk tong sampah. Menjadi tidak berguna. Karena rasa lapar masih ada. Jika kau masih takut lapar, ketika kesewenang-wenangan penguasa berbicara, cukup anggukkan kepala. Itu tandanya seiyasekata. Kau akan sejahtera. Penguasa di sini tidak akan mendengar apa yang menjadi harapan kita. Karena penguasa masih ingin perkasa. Continue reading “Kursi Bos”

Sang Pemerkosa

M.D. Atmaja

Pagi itu, langit cerah membelai kemuning batang padi yang merunduk. Perkasa merengkuh bumi setelah selesai diberangkus kabut. Manik-manik embun berkilauan, menghiasi pandangan letih menatap hari yang semakin membeban berat. Ah, pagi ini terlalu indah untuk merenungi kesialan nasib di hari kemarin, ucapku pelan. Continue reading “Sang Pemerkosa”

Bukan Lembar yang Hilang*

S.W. Teofani
http://www.lampungpost.com/

TAK pernah terpikir aku akan menggoreskan pena untuk frasa ini. Tapi memang yang digariskan hadir pasti kan tiba. Jika kau cari di kumpulan surat-suratku kepada yang kucintai Ny. Abendanon, tulisan ini takkan kau temukan. Tapi ini bukan lembar yang hilang.

Seperti kumpulan naskah itu, lampir ini pun tak ada pada kiraku. Saat melepas segala beban kepada yang terkasih Ny. Abendanon, aku tak pernah menghitung kelak jejak penaku menjadi nyala zaman. Continue reading “Bukan Lembar yang Hilang*”

Pembunuhan di Surat Kabar Minggu

Denny Mizhar

Sebenarnya aku tak suka melihat mereka mengolok-olok kawanku yang sudah berani lantang menolak tuduhan yang dikecamkan mereka padanya. Aku melihat kawanku suka menyendiri sejak ia mendapat cibiran dari orang-orang yang sering nongol di hari minggu di koran pagi. Kawanku juga sering berpapasan dengan mereka. Entah bertegur sapa atau saling cemberut sebab potret wajah bergantian terlihat di surat kabar minggu, aku tak melihatnya jelas, aku hanya mendegar cerita dari orang-orang saja. Continue reading “Pembunuhan di Surat Kabar Minggu”

Bahasa ยป