Hikayat dari Lospalos

Robin Dos Santos Soares
http://www.kompasiana.com/robin

?Nenek tidak mau orang lain mengantarku ke tempat di mana kita harus berpisah untuk selamanya, nenek ingin kamu berjalan di sampingku sampai di pelabuhan kematian. Nenek ingin kamu bukan orang lain, ingat itu. Karena kamu satu-satunya cucuku yang nenek sayangi selama ini, karena kamu bertanya tentang kehidupan dan kematian.?
?Apakah aku harus menangis?? Aku bertanya ?karena setiap kali kematian datang semua orang pasti menangis dan bersedih?
?Tidak perlu, nenek tidak ingin air matamu jatuh karena kepergian nenek masuk surga.? Continue reading “Hikayat dari Lospalos”

B a u

Weni Suryandari
http://www.suarakarya-online.com/

Sejak matahari terbit, lelaki legam itu kerap membungkukkan badan. Tangannya memegang sekop dan sapu lidi. Ia menguras tempat sampah. Kotak tembok permanen, dibangun dari batu bata dan semen. Selembar seng tebal di atasnya digunakan sebagai penutup, agar bau tak menyebar. Tampak seng itu separuh kusam oleh karat. Alasnya seakan menyatu dengan tanah. Lalu, bau bangkai itu dari mana? Continue reading “B a u”

Pukul Sebelas Malam

Saut Poltak Tambunan
suarakarya-online.com

PUKUL sebelas malam, supir tergesa membukakan pintu. Langfkah Asikin terhenti, matanya nyalang mencari-cari sesuatu yang sudah lama hilang dari rumah ini. Di garasi hanya ada mobil isterinya, mobil si kembar Wandi dan Winda tak ada. Begitu pula sepeda motor Ato.
Asikin melangkah ke teras. Tiwi, pembantu menyambut dengan pintu lebar, selebar senyumnya.
“Ibu mana?” tanya Asikin.
“Di kamar, Pak,” sahut Tiwi. “Istirahat.” Continue reading “Pukul Sebelas Malam”

Titisan Senja

Pranita Dewi
http://www.balipost.co.id/

Warna malam begitu kelam. Sungguh sangat kusam. Seakan malam tahu suasana hatiku yang muram. Tak kudengar nyanyian cicak yang biasanya suka bersenandung di dinding-dinding kamarku, menunggu terbitnya fajar. Entah apa yang terjadi malam ini. Mungkin Tuhan tidak adil padaku? Betapa tidak? Sekejap pun mataku tak mampu terpejam. Pikiranku berputar-putar memasuki labirin kenangan demi kenangan. Tak satu pun kutemui jalan keluar yang mampu membebaskan aku dari kenangan. Continue reading “Titisan Senja”

Angka Sepuluh

Bamby Cahyadi *
lampungpost.com

AKU baru saja terbangun dari tidur di pagi yang dingin. Hawa sejuk merembes masuk melalui celah jendela kamar yang tak sepenuhnya tertutup. Di luar gerimis jatuh dari langit kelabu. Jam digital di rak buku menunjukkan pukul 07.11 WIB. Salat subuhku terlewat. Aku muslim, tapi tak begitu taat. Seperti biasa, apabila salat subuhku tertinggal, sepanjang hari aku tak salat. Itu prinsipku. Maafkan aku. Oh ya, untuk Tuhan. Continue reading “Angka Sepuluh”

Bahasa ยป