Rian

Sabrank Suparno

Klak, klak, klak. Denting jam di tembok lembab itu kian berdengung di telingaku. Berbeda dengan malam malam sebelumnya, setiap detak jam kini bergema yang gaungnya terngiang merasuk ke sumsum tulangku. Dadaku sesak. Nafasku tersengal. Tubuhku gemetar. Ketegaranku runtuh. Kekuatanku lunglai. Keteguhanku roboh. Nyali-nyaliku raib. Continue reading “Rian”

Berangkat ke Masa Lalu

Lidia Mayangsari
suarakarya-online.com

Kamu mau kemana? Pergi ke masa kecil. Mau ikut? Aku akan mengantarkan lukisan untuk teman. Lalu berangkat. Nenek yang cantik itu ikut bangun. Tapi tidak pergi ke mana-mana. Ia hanya melirik, memperhatikan lukisanku sebentar. Berangkat, berjalan-jalan ke masa lalu. Sebenarnya waktu itu aku sudah besar. Umurku sembilan jalan sepuluh. Hampir naik kelas empat. Nina tujuh tahun. Rambutnya bagus. Pipinya bulat. Badannya empuk dan wangi. Ia pendiam. Tapi senyumnya bisa meruntuhkan dunia. Ia cantik. Sangat amat cantik sekali. Continue reading “Berangkat ke Masa Lalu”

L E L A K I P E M A B U K

Suhairi Rachmad
http://www.surabayapost.co.id/

Barja terus menyeret langkah kakinya. Kadang-kadang jempol kakinya membentur gundukan tanah dan membuatnya terjatuh. Ia hampir tak mampu membawa beban tubuhnya sampai di rumahnya. Tubuhnya terasa sangat lemas. Tenaga yang ia miliki hampir habis setelah mengadakan pesta miras dengan teman-temannya di sebuah caf?. Continue reading “L E L A K I P E M A B U K”

Dalam Gelap tanpa Cahaya Bulan dan Bintang

S. Yoga
balipost.co.id

Senja itu, seperti senja-senja yang lain; senja di masa lalu, dan mungkin senja di masa depan, temaram merah, dengan ufuk-ufuk pancaran langit yang cerah di sisi atasnya, di sisi bawahnya seperti bara api yang tersulut dari kegelapan bumi. Mengingatkan si bocah akan tungku perapian di dapur nenek, seiring terbayang kaki nenek yang telanjang di dekatkan di perapian, seolah denyut darah tak mau lagi memanasi sekujur tubuhnya, sehingga perlu penopang dari energi panas yang lain. Tentu karena seorang nenek pasti sudah tua. Continue reading “Dalam Gelap tanpa Cahaya Bulan dan Bintang”

Apartemen

Denny Mizhar

Dari atas balkon aku melihatnya, tampak gelisah, melihat ke kanan-kiri. Sepertinya mencari seseorang. Siapakah yang ia cari? hampir dua jam berdiri tak beranjak pergi. Seberapa penting orang yang di cari hingga menunggunya dengan berdiri lama di samping jalan tepi jembatan dekat apartemen tempatku tinggal. Baru seminggu aku menempati apartemen. Aku membeli apartemen, sejak rumahku di gusur dan aku dapat ganti rugi. Aku membelinya sudah tiga tahun yang lalu, selagi menunggu jadi aku kontrak rumah di dekat apartemen yang sedang dibangun. Continue reading “Apartemen”

Bahasa ยป