P E N G A R A N G

S. Jai
Tabloid Memo, Minggu III Juni 2010

SETIAP hari Jauhar mencari penjual ginjal, setelah dokter memvonis kedua buah ginjalnya tak berguna. Dia telah dibuat mengerti, bahwa itu satu-satunya jalan untuk mengakhiri rutinitas cuci darah di laboratorium Rumah Sakit di Gresik dua kali saban seminggu. Meski ia tahu hal itu juga salah satu jalan kemungkinan untuk mengakhiri hidupnya. Pada saat demikian, dia benar-benar ada di garis batas berjuang memberi arti antara gairah untuk hidup dan gairah untuk mati. Continue reading “P E N G A R A N G”

DUNIA MAYA

S. Jai
Surabaya Post, 15 Agu 2010

DAHAN sudah beristri. Anaknya tiga. Sementara Arumi Luna seorang mahasiswa sosiologi. Bagi Dahan yang lebih sering meninggalkan keluarga dan anak-anaknya, memandang diri kisah cintanya ini serupa dengan perselingkuhan pengarang Oki Toshio dan pelukis Otoko dalam novel Beauty and Sadness karya Yasunari Kawabata. Kisah cinta yang nakal tetapi menyentuh. Oki meninggalkan Otoko yang gila dan mengenang cintanya lagi setelah duapuluh empat tahun kemudian. Continue reading “DUNIA MAYA”

Luka

Gde Artawan
http://www.balipost.com/

Pemilu untuk memilih anggota legislatif dan DPD telah usai; sebuah pesta menyisakan kemenangan dan kekalahan bagi sebagian kecil orang-orang, tetapi di sisi lain menyisakan luka pada pohon-pohon. Hampir sebagian besar pohon di kota itu terluka. Pada masa kampanye batang-batang pohon dipaku, diikat kawat untuk memasang bendera peserta pemilu atau memaku poster calon DPD yang terbuat dari triplek. Continue reading “Luka”

K U W E N

Siti Sa’adah
Surabaya Post 25 Juli 2010

Siapa berani mengartikan sabda nabi surga ada di telapak kaki ibu secara harfiah? Mungkin akulah yang pertama. Barang siapa berani membantah atau menertawakan, langsung kusodorkan bukti nyata ini.
***

Aku sedang tertimbun kenikmatan di surga, tetapi siapa yang akan percaya? Continue reading “K U W E N”

Pelarian

Aris Kurniawan
http://www.surabayapost.co.id/

Pada malam bertabur bintang itu Gunadi pergi meninggalkan Ranti. Perempuan yang baru dinikahinya dua jam yang lalu. Gunadi menjinjing jaket dan ranselnya, membuka jendela, dan meloncat dari sana menerbos remang malam. Meninggalkan Ranti yang menangis sesenggukan di tepi ranjang.

?Maaf, Ranti, aku tidak bisa meneruskan perkawinan ini,? ucap Gunadi seusai bersetubuh dengan perempuan berambut lurus itu. ?Kamu ternyata sudah tidak perawan,? sungut Gunadi geram, sembari membenahi pakaiannya, sebelum melompat dari jendela. Continue reading “Pelarian”

Bahasa ยป