Akhir Musim

Sunlie Thomas Alexander
http://suaramerdeka.com/

Aku simpan janjimu dalam setiap pagiku, setiap malamku. Suatu saat nanti aku akan menagih dan kau tidak boleh kaget lantas bilang tidak.

SUNGGUH-SUNGGUHKAH aku berjanji? Atau hanya terlampau takut membuatmu kecewa? Gerimis akhir musim tiba-tiba membesar disertai deru angin yang menjadi liar serupa kelebat bayangmu dalam kepalaku. Aku urung beranjak dari teras warung tempat aku baru saja menghabiskan semangkok mie ayam sambil berbalas SMS denganmu. Kurapatkan jaketku sekadar mengurangi rasa dingin yang merasuki pori-pori. Tetapi, seolah ada yang lebih dingin lagi merayap dalam dadaku. Continue reading “Akhir Musim”

Hikayat Prapanca

Dwicipta
http://suaramerdeka.com/

BILA suatu saat anak cucuku bertanya kenapa aku menuliskan kakawin ini, adakah mereka tahu jika telah kusuling dendam kesumatku menjadi puji-pujian memabukkan dalam kakawin ini?”

Dadanya berdegup kencang menyaksikan hasil karyanya selama ini. Udara pegunungan sore hari terasa semilir. Mestinya bisa mendamaikan kekisruhan dalam dirinya. Sayang, ia diliput bayang-bayang kelam masa lalu. Continue reading “Hikayat Prapanca”

Nephilim

Saroni Asikin
http://suaramerdeka.com/

HANNA tersenyum getir ketika bidan yang membantu persalinan mengatakan bayinya orok laki-laki yang tampan. Ia sudah tahu itu. Ini bayi kelima yang lahir dari rahimnya, dan semuanya laki-laki.

Ia juga tahu bahwa dari rahimnya masih mungkin lahir bayi lelaki keenam, ketujuh, kedelapan, kesepuluh, atau lebih dari itu. Selama perang saudara bangsa Aurelis memperebutkan Makhazareel belum berakhir, rahimnya harus siap menjadi wadah benih aurelis muda Danyael, utusan salah satu kubu aurelis pimpinan Mahakael. Continue reading “Nephilim”

Kasidah Asma

Kusprihyanto Namma
http://suaramerdeka.com/

KECAMUK perang baru saja usai. Aroma kepedihan masih bertabur di sekujur padang. Bacin darah menyeruak ke bening udara, mengundang beribu burung bangkai merayakan pesta. Tombak dan pedang belum tercerabut dari tubuh-tubuh terkapar kaku. Laksana hutan tonggak yang kering dan bisu.

Sementara itu, seorang ibu tua yang usianya mendekati bilangan seratus tahun, menyeret kakinya. Mencari jasad anak kesayangan. Satu per satu mayat dilewati. Dilangkahi. Menduga dan menerka. Peduli amat panas mentari. Tajam debu. Tukikan burung maut. Badan mati yang menghadang bersilang-silang. Setapak demi setapak kaki bergerak. Continue reading “Kasidah Asma”

Sandera Itu Bernama Gregory

Karya: Panos Ioannides
Diterjemahkan: Djoko Pitono
suaramerdeka.com

TANGAN saya berkeringat saat memegang pistol itu. Lekukan pelatuknya keras menempel di jari saya. Menghadapi saya, Gregory gemetar. Pandangannya jelas mengisyaratkan pada saya, “Jangan!”

Hanya mulutnya tidak bersuara. Bibirnya terkatup rapat-rapat. Seandainya saya, saya sudah akan menjerit, berteriak, dan menyumpah.

Para tentara menyaksikan… Continue reading “Sandera Itu Bernama Gregory”

Bahasa ยป