Penjara Kebebasan

Nugroho Sukmanto
suaramerdeka.com

DI Stasiun Senen mereka bukan menunggu godot, tetapi menanti kedatangan orang-orang yang pernah terbuang. Terbuang jauh sebagai narapidana di Pulau Buru. Mereka, kau tahu, adalah orang-orang yang dianggap sebagai terdakwa, pentolan, dan gembong pemberontak G30S PKI.

Setelah lebih 12 tahun mendekam di penjara, sekarang mereka beramai-ramai akan mengenyam kebebasan. Menikmati udara segar beraroma napas kerabat dan keluarga. Tidak lagi berbau lenguh sesama tahanan dan dengus para sipir hotel prodeo. Menggunakan kereta api dari Surabaya, sebentar lagi mereka memasuki Jakarta. Continue reading “Penjara Kebebasan”

Jejak Ditam

Abdullah Khusairi*
http://www.jawapos.co.id/

INILAH malam yang sangat runcing bagi Ditam. Menusuk hulu jantung menembus sukma. Mengalirkan darah dan resah. Malam juga mendenging bersama suara jangkrik. Ditingkahi dengkur suaminya yang sedang lelap tanpa mimpi. Dalam remang kamar, ia melihat wajah laki-laki itu sangatlah lelah. Maklum setelah seharian tadi bekerja sebagai kuli bangunan.

Bulan disimpan awan. Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Ditam berusaha berdiri di keremangan kamar. Betapa yakin hatinya, laki-laki itu takkan terjaga. Continue reading “Jejak Ditam”

Cinta pada Musim Kolera

Gabriel Garcia Marquez
Penerjemah: Anton Kurnia
suaramerdeka.com

IA tak pernah bepergian jauh sebelumnya. Ia membawa kopor seng berisi pakaian, novel-novel grafis yang dibelinya setiap bulan, dan buku-buku berisi puisi cinta yang ia kutip dari ingatan dan nyaris rusak karena terlalu sering dibaca. Ia tak membawa serta biola miliknya karena benda itu dekat dengan nasib sial, tetapi ibunya memintanya membawa petate, sebuah tempat tidur gantung lipat dengan bantal, selimut, dan kelambu yang terkemas rapi. Continue reading “Cinta pada Musim Kolera”

Sebuah Mimpi

Agus Sunarto
http://www.suarakarya-online.com/

Semalam saya bermimpi begitu indah, Kang,” kata Rofiq kepada tetangganya. “Saya memasuki kehidupan yang begitu dinamis, tapi tenang dan menggetarkan. Segalanya penuh dengan cinta.”
“Seperti dalam sinetron atau film itu?”

“Bukan tentang manusia baik dan manusia jahat seperti itu. Manusia dalam impian saya, ada dalam ketegangan baik dan buruk. Semua tindakan didukung oleh sebab sosiologis dan psikologis.” Continue reading “Sebuah Mimpi”

Sirkus Kuda Tante Rosa

Karya: Sevgi Soysal (1936-1976)
Terjemah versi Inggris: Amy Spangler
Terjemah versi Indonesia: Anton Kurnia
korantempo.com

PADA umur sebelas, Tante Rosa membaca tulisan di bawah foto Ratu Victoria dalam majalah mingguan Kau dan Dirimu: “Ratu Victoria yang berumur 18 tahun menginspeksi Pasukan Kavaleri Kerajaan. Sekali lagi Yang Mulia berhasil menaklukkan hati pasukan kavaleri dan rakyat seluruh negeri.” Continue reading “Sirkus Kuda Tante Rosa”

Bahasa ยป