Pokoknya? Tragis!

Agustinus Wahyono
http://www.sinarharapan.co.id/

Seorang pemuda menyeruak dari pekatnya kelambu kelam, melintasi jalanan remang-remang menuju warna-warni pelangi pertokoan. Matanya nyalang. Bibirnya tersungging senyuman. Gerakan tubuhnya begitu ringan.
?Siapa dia?? tanyamu.
Kamu pasti terkejut atas kemunculannya yang tiba-tiba begitu. Tak ada tanda-tanda atau aba-aba dari suara-suara atau pantulan cahaya pada tubuhnya. Sekonyong-konyong dia nongol. Tampangnya pun berbeda dengan gelandangan yang malas mandi. Continue reading “Pokoknya? Tragis!”

Dara…Dara…Dara

Kunthi Hastorini
http://www.sinarharapan.co.id/

Perempuan berkerudung malam. Dalam-dalam separuh ruhnya terembus perlahan dalam semilir dingin malam. Kelam mencumbui kurus kering tubuhnya yang setengah telanjang. Berjalan dia mengutuki sunyi.
Tenggelam barisan jejak tak pasti ditanggalkan. Di sudut kota, ia meringkuk sendiri. Ada isak tertahan menggema di sudut ruang. Ada serpihan darah tercecer di tubuhnya yang setengah telanjang.
Basah. Matanya basah terbaca sinar bulan perlahan datang. Menyisir peristiwa rahasia perempuan berdiri. Teriak mencekik lehernya, ?biadab!!!!?. Dan, dalam hitungan detik ia pun limbung jatuh tersungkur mencium aspal yang kerontang. Continue reading “Dara…Dara…Dara”

Olin Pergi ke Bulan

M Arman Az
http://www.sinarharapan.co.id/

?Selamat pagi, Olin.? ?Selamat pagi juga, Cimot.? ?Bagaimana tidurmu semalam? Nyenyak??
?Ya, Cimot. Semalam aku mimpi indah.?
?Oya? Mimpi apa? Ceritain, dong.?
?Mmm, aku ketemu peri cantik. Dia membawaku terbang ke langit, Cimot. Kami tamasya ke tempat-tempat yang indah. Banyak anak-anak sepantarku sedang menyanyi, menari, dan bermain di setiap tempat.? Continue reading “Olin Pergi ke Bulan”

Sungai Ayah

Joao Guimaraes Rose
http://www.sinarharapan.co.id/

Ayahku adalah seorang lelaki yang suka bekerja keras dan senang berterus-terang. Menurut beberapa orang yang kutanyai dan bisa dipercaya, ia memiliki sifat-sifat baik itu sejak awal masa dewasanya, bahkan sejak kanak-kanak. Dalam ingatanku dia tak lebih periang atau penyedih dibanding lelaki lain yang kami kenal. Barangkali ia hanya sedikit lebih pendiam. Adalah Ibu, bukan Ayah, yang mengatur jalannya rumah tangga. Ia mengomeli kami setiap hari?adik perempuanku, adik lelakiku dan aku. Namun, pada suatu hari Ayah memesan sebuah perahu dayung. Continue reading “Sungai Ayah”

Blank Spot

Richardus Sendjaja
http://www.sinarharapan.co.id/

Rumput hijau nan sejuk yang menghampar di depan rumah, tertata rapi. Serapi penampilan pria yang hendak memasuki mobil sedan Mercedes bercat biru metalik. Pakaian yang menempel di badan disetrika rapi, licin, dan pasti wangi. Kemeja lengan panjang dengan dasi senada, celana hitam berpadu dengan sepatu kulit hitam yang disemir mengkilat. Selain itu matahari pagi juga memperlihatkan kulit wajah yang bersih-putih; tidak ada kumis dan jenggot?klimis; rambutnya pun tersisir rapi. Pada saat dia memerintahkan pembantu rumah untuk membuka pintu pagar, tampaklah sederetan gigi yang putih dan dilingkupi dengan sepasang bibir merekah yang memerah. Continue reading “Blank Spot”

Bahasa ยป