Tuhan, Beri Aku Hudan!

Maya Wulan
http://www.sinarharapan.co.id/

/1/
Malam itu Anne tampak sangat terburu-buru. Dimasukkannya semua barang miliknya yang selama ini menjadi sahabat setianya sehari-hari. Mulai dari perlengkapan make-up, baju-baju seksi, sampai kondom impor yang tersisa.
?Kau mau pergi?? tanya seorang temannya.
Ya, aku akan pergi. Sahut Anne dalam hati. Aku sudah memutuskannya, dan tidak ada lagi yang bisa menghalangi niatku untuk meninggalkan tempat terkutuk ini. Semua akan berakhir sejak malam ini, saat aku melangkahkan kaki keluar. Tidak ada lagi menoleh ke belakang, atau sekedar mendengarkan panggilan teman-teman lama. Aku mau pergi, untuk selamanya. Continue reading “Tuhan, Beri Aku Hudan!”

Ababil

Andriansyah
http://www.sinarharapan.co.id/

Kota kami adalah kota yang tak pernah sepi dari hingar-bingar dentuman bom, desing peluru. Lemparan granat yang terkadang berbarengan dengan lemparan batu pemuda-pemuda di kota ini. Ya, itulah kota kami. Kota yang tak pernah sepi dari kepulan asap dan puing-puing bangunan yang runtuh. Kota yang makin tak peduli lagi berapa banyak nyawa yang meregang di antara reruntuhan gedung yang hancur, pasar yang mengepul terbakar, anak-anak kecil korban salah sasaran. Semua itu telah menjadi pemandangan yang biasa, malah terkesan tak biasa jika satu hari saja sebuah bom tak jatuh di sini. Orang-orang sudah makin terbiasa dengan keadaan ini. Continue reading “Ababil”

Malam Rajam

Benny Arnas *
jawapos.co.id

JELANG dini hari. Di sebuah ranjang berkelambu coklat muda. Kau terlelap tanpa dengkur. Telanjang dada. Bersarung sebatas lutut. Di sampingmu, terbaring sebatang tubuh molek yang hanya dibalut kain lasem sebatas dada, hingga terintip ceruk di antara dua bukit tinju yang ditutupinya. Selingkaran lehernya menyerak tanda merah sebesar ujung jempol, bagai habis dihisap-kecap. Air muka kalian menyemburatkan lelah yang tak biasa. Continue reading “Malam Rajam”

Pengelana

Denny Mizhar

?Sakit ini tak juga sembuh. Sudah Aku minum obat tapi tak juga lenyap. Haruskah tetap Aku biarkan menyelimuti tubuhku. Padahal Aku harus menyelesaikan sajak-sajakku tentang pembacaan akan diri.?

Sawah masih menyuguhkan musim panen. Para petani bergembira seusai mendapatkan rezeki yang melimpah. Begitupun para buruh tani tak juga ketinggalan merayakan pesta dari upah yang diberikan pemilik sawah. Walau tak ada kembang api, kue tart, dan lilin sudah cukup meriah. Continue reading “Pengelana”

Tamu di Malam Tahun Baru

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Malam Tahun Baru Muram. Sejak pagi gerimis bergantian dengan hujan deras. Semalam jam 20.22 WITA atau 19.22 WIB hpku menyala dan berita yang dikirim oleh Saut Situmorang berbunyi: “Gus Dur meninggal dunia.”

Tanpa basa-basi, tanpa bentuk hormat, hanya isi. Kuperlihatkan sms kepada Sonia dan pak Seken yang duduk di sebelah-belahku. Continue reading “Tamu di Malam Tahun Baru”

Bahasa ยป