Pinangan

Rachem Siyaeza
http://www.suarakarya-online.com/

Misna tak percaya, meski teman-teman di sekolahnya tadi pagi berkabar perihal lelaki yang telah menyunting dirinya. Ia menolak kabar itu. Tak mungkin. Jauh-jauh hari tak ada asap membubung genting perihal pinangan. Tetapi pulang sekolah, tanpa sempat berganti baju, Misna dipanggil Sahab, bapaknya, yang tiba-tiba muncul di daun pintu kamar gadis itu. Continue reading “Pinangan”

Perginya Sang Penyanyi

Eka Fendri Putra
http://www.suarakarya-online.com/

Kemana perginya sang penyanyi setelah mereka mati? Ke surga, karena mereka telah menghibur dan membuat gembira jutaan hati, ataukah ke neraka lantaran perikehiduan mereka cenderung mendangkalkan nilai agama?

Kukuh Ranapati, penyanyi dari Indonesia yang mendapat sambutan meriah di Kuala Lumpur tahun lalu. Genius yang profilnya mengisi sejumlah media hiburan ibukotadua dalam setahun terakhir. Kukuh Ranapati! Kulirik tubuh besar telanjang yang dipenuhi tatto bunga di sebelahku. Continue reading “Perginya Sang Penyanyi”

Aku Menunggumu di Kafe Itu

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

AKU menunggumu di kafe itu, Warung Mbak Nien namanya, karena merasa kau akan datang bak kerap kurasakan hari-hari belakangan. Aku duduk sendiri seperti dulu saat menunggumu. Dengan minuman seperti dulu, karena pelayan itu, bagai dulu pula, meninggalkanku usai tarok minuman. Tak ia tunggu kubuka daftar menu, seolah ia tak pernah lupa bahwa itu baru nanti aku lakukan, setelah kau tiba ya, seperti dulu. (Eh, apakah menurutmu pelayan itu benar-benar yakin kau akan datang, atau ia hanya merasa kau akan tiba seperti yang aku rasakan?). Continue reading “Aku Menunggumu di Kafe Itu”

Hati yang Merentas

Dianing Widya Yudhistira
http://www.suarakarya-online.com/

LANGIT pucat, saat aku singkap gorden kamar yang menyembunyikan jendela. Seperti warna kaki langit yang kemarin, putih kebiru-biruan berhiaskan abu-abu. Sama sekali tak menarik, meski tetap saja membuat aku merinding setiap kali melihat langit lepas. Warna langit pagi ini membuat udara gelap lalu mencipta dingin. Sedingin ponselku yang tergeletak lunglai di meja, persis di sebelah kanan tempat tidurku. Continue reading “Hati yang Merentas”

Pak Tua

Faidil Akbar
suarakarya-online.com

Pak Tua sedang berbaring di kursi bambu yang dibuatnya sendiri beberapa pekan lalu. Kepalanya terangkat sesuai dengan bentuk kursi. Di depannya ada sebuah televisi kesayangannya sekaligus musuhnya. Ia sayang kepada televisinya kalau muncul acara-acara kegemarannya seperti pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan tangan dan pertukangan, apalagi kerajinan atau pertukangan bambu. Selain itu ia sangat tertarik pada penayangan wild life, tentang binatang-binatang liar di hutan Afrika, di pegunungan salju dan di padang-padang pasir tanpa air. Continue reading “Pak Tua”

Bahasa ยป