Raudal Tanjung Banua
suaramerdeka.com
LARUT malam. Ia terus berjalan, membiarkan dirinya hanyut dalam arus pikiran. Kota begitu lengang. Sesekali, ada raan lewat dengan mesin menggema, lalu kendaraan lewat dengan mesin menggema, lalu lenyap dengan cahaya melesat. Pohon asam yang berjejer sepanjang jalan tampak bagai raksasa mengenakan mantel kebesarannya. Continue reading “Malam, Sebuah Kota”
