Jangan Kau Tusuk Hatiku dengan Tajam Pandangmu

Sunaryono Basuki Ks
http://www.lampungpost.com/

Kau letakkan pantatmu di atas kursi berkaki tinggi bertempat duduk bulat berlapis kulit warna cokelat tua di depan meja bar dan dengan serta merta kau pesan: “Lager satu!”

Kau sambar gelas bir itu setelah mengeluarkan satu lembar uang pound dan kau ucapkan thanks, kemudian matamu jelalatan terlempar ke seluruh sudut ruangan. Continue reading “Jangan Kau Tusuk Hatiku dengan Tajam Pandangmu”

Kupu-kupu Kawat

Gde Agung Lontar

batampos.co.id

Gadis kecil itu bernama Nirina. Usianya mungkin 8 atau 9 tahun. Wajahnya tirus, putih kepucatan, dengan tatap mata yang sayup. Tetapi, ia suka tersenyum. Dan ketika itu, tatapannya jadi berbinar seperti matahari di cerah pagi hari. Ia duduk di kursi roda yang dapat dilipat, yang disepuh krom mengilat, dengan tempat duduk kulit yang dilapis sebantal tipis. Sepasang kakinya kecil, dan lumpuh. Kata dokter, ia mengidap polio. Sudah berbilang tahun. Continue reading “Kupu-kupu Kawat”

Sekolah Para Setan

Musa Ismail
http://www.riaupos.com/

Sekolah itu bagai rumah setan. Isinya pun laksana setan. Tetapi, sebagaiannya laksana malaikat. Siswa memekau. Guru linglung laksana hilang akal. Kebingungan berputar. Lalu, membentur tembok-tembok melangit. Terpelanting sekian depa. Semuanya kandas pada keyakinan. Setan-setan terbang seperti keyakinan sebagian isi sekolah itu. Setan-setan tertawa sebagaimana para pemujanya. Para laknatullah itu menyerang laksana invasi AS terhadap Irak dan Afganistan. Mereka menyeringai. Melotot. Meneror. Kemudian, masuk ke jiwa yang kering. Continue reading “Sekolah Para Setan”

Romansa Kebun Tebu

Aris Kurniawan
http://www.sinarharapan.co.id/

Dua malam lagi aku akan meninggalkan kota ini. Beberapa menit setelah tiang listrik dipukul orang tiga kali, dan penjual nasi goreng mendorong gerobaknya pulang meninggalkan kawanan tukang becak yang terkapar di dalam becak mereka setelah lelah berjudi. Saat-saat seperti itulah aku bisa keluar dari kamar kontrakan dengan perasaan lapang. Mengunci pintu perlahan-lahan, kemudian meletakkannya bersama sebuah surat di bawah keset untuk ibu kontrakan. Continue reading “Romansa Kebun Tebu”

Alung

Sobirin Zaini
http://www.riaupos.com/

Bukan dua tiga kali kejadian hamil di luar nikah terjadi di kampung itu. Kalau dihitung-hitung, sudah berkali-kali pula. Simaklah, sejak Inah anak Wak Kajan, yang tiba-tiba perutnya berisi sepulangnya dari Batam. Begitu juga Ani anak Wak Salman, perutnya buncit setelah sepulangnya Inah. Continue reading “Alung”

Bahasa ยป