ODE UNTUK PAK EDO

Atafras *

Ada guru baru di sekolahku. Guru bidang studi Bahasa Inggris. Pak Edo Gunawan Master Pendidikan. Orangnya sebetulnya gagah dan tampan, tapi menurutku sangat menyebalkan. Rambutnya yang selalu awut-awutan menambah lengkapnya kesan yang tidak menyenangkan bagiku. Mungkin juga bagi kebanyakan teman-temanku. Continue reading “ODE UNTUK PAK EDO”

Wanita Bermata Laut

Gusti Eka *

“Kalian berdua kan sudah ku ingatkan. Hati-hati dengan wanita penggoreng pisang di warung kopi ujung jalan gajahmada. Dia bisa melempar kalian ke lautan seperti dia melempar pisang ke minyak mendidih. Menggulung-gulung kalian bagai ombak dengan penjepit di tangannya. Memotong-motong kalian menjadi delapan bagian dengan pisau dapurnya. Lalu menyeret kalian jauh ke lautan dalam tatapan dan menenggelamkan kalian dalam bentuk senyuman. Kalian berada lima depa dari maut,” kata seorang lelaki tua menasehati dua orang yang baru datang dari Pulau Jawa. Continue reading “Wanita Bermata Laut”

Sepasang Wisatawan Tiba-tiba Tak Bernyawa Setelah Bermalam di Sebuah Desa

Fatah Anshori

“Tapi aku sudah tujuh belas kali mendengar suara orang menyapu pada pukul tiga dini hari di rumah tua itu,” Mara dengan hati-hati memilah jalan di pematang sawah yang agak licin. Sepasang kaki indah itu seolah sudah terbiasa dengan jalanan di pematang sawah yang becek dan sedikit licin itu. Aku berjalan di belakangnya mengikuti ke mana ia akan pergi petang itu. Langit sudah tampak merah-merah kelabu, sesekali Camar-camar itu terbang melintas di atas kepala kami. Dan aku ingat kata-katanya barusan. Continue reading “Sepasang Wisatawan Tiba-tiba Tak Bernyawa Setelah Bermalam di Sebuah Desa”

Bahasa »