Corona

Ahmad Farid Yahya *
Radar Bojonegoro, 8 Mar 2020

Dari depan pintu gerbang Petrokimia yang sering disebut “Petro” oleh muda-mudi kota Babat. Di sebuah warung kopi sederhana yang sudah tak seramai dulu ketika baru buka. Seorang lelaki paruh baya duduk menyesap kopi pahit sambil termangu membaca berita yang muncul di panel notifikasi ponsel pintarnya yang sudah retak layarnya, karena terlalu sering jatuh. Continue reading “Corona”

Virus Saimun

Rinto Andriono *

Gubuk-gubuk itu berderet di sepanjang tepian sungai. Setiap malam menjelang, gubuk-gubuk itu makin sibuk meremang. Kesibukannya sangat berlawanan dengan dinginnya malam pegunungan. Gubuk-gubuk itu sempit saja, sesempit jangkauan cahaya lampu minyak, namun tempat parkirnya sangat luas, bisa memuat puluhan truk yang mengantri pemuatan pasir dari dasar sungai. Mesin-mesin penggali dan penyaring pasir bekerja tanpa berhenti selama 24 jam, mesin-mesin besar dan boros bahan bakar ini harus diberi makan dari penjualan bertruk-truk pasir. Selain memberi makan perut pemiliknya yang seperti jurang tanpa dasar. Continue reading “Virus Saimun”

DAILY X-OPAK

Muhammad Antakusuma

25 Marco, menindaklanjuti video call yang dilakukan saudara Zahid Asmara terhadap Anta Kusuma, yang terputus saat azan Magrib, dimana dalam panggilan salat tersebut sudah mengandung ajakan untuk salat di rumah.

Zahid ingin masukan untuk Youtube Kaliopak, yang jujur sampai saat ini mungkin bisa dihitung jari berapa kali saya membukanya, yang dari itu tentu lebih sedikit saya membukanya dengan mencuci tangan terlebih dahulu. Zahid meminta pendapat tentang bagaimana isi youtube tersebut. Continue reading “DAILY X-OPAK”

Anak Klithih

Rinto Andriono *

Senja sedang kelabu, sekelabu itu pula suasana hati Bowo. Mendung sudah berat menggantung, namun hujan belum juga turun. Begitulah rupa langit semenjak siang, langit sedang bimbang, mau hujan atau tidak hujan. Hati Bowo pun sudah lama di ujung amarah, namun apa daya, dia tidak cukup benci untuk marah namun juga tidak cukup kasih untuk sabar. Hati Bowo mengeras, dia membangun cangkang, menutup segala kesan indera, sekelebat saja kesan perkelahian itu melintas, itu bisa mengubah segalanya. Continue reading “Anak Klithih”

Bahasa ยป