8. Cerita Mini Karya Ahmad Yulden Erwin *

1. GENOSIDA AZTEC

Kabarnya, dalam suatu upacara religius selama empat hari, para imam suku Aztec pernah mencabut jantung empat puluh ribu orang selagi hidup dan menggelindingkan kepala-kepala tanpa batang leher dari puncak piramida. Upacara pengorbanan manusia itu dilakukan di kuil untuk membalas kebaikan Dewa Matahari yang telah mengorbankan darahnya demi mencipta semesta. Anehnya, yang terpenggal itu justru kepala-kepala para budak dari suku Indian lainnya. Continue reading “8. Cerita Mini Karya Ahmad Yulden Erwin *”

Gadis Karavan

Rinto Andriono

Setiap manusia, sejatinya adalah seorang pencari. Ketika mereka terlahir di dunia, mereka juga telah terberkati dengan seperangkat alat pencari. Alat pencari itu tertanam dalam kalbu setiap insan. Alat inilah yang membangkitkan kerinduan mendalam terhadap segala sesuatu yang spiritual. Bagai pelita, alat inilah yang menentukan gelap terangnya hidup seseorang. Lantas apakah yang sebenarnya mereka harapkan dari pencarian hidupnya? Mereka sangat menginginkan kenyang rohani. Mereka adalah mahluk rohani yang sejati. Tetapi mereka selalu dirundung distraksi dalam setiap upaya pencariannya. Continue reading “Gadis Karavan”

Amarah Burung Hong

Rinto Andriono *

Tuhan Yang Maha Cantik, sertai aku dalam membatik, hidupkan hawa warna dalam kain. Nyalakan bara pada tungku, lunturkan malam yang liat dan yang rapuh. Pulaskan warna daun jati sebagai alasnya, seduhkan warna teh untuk batangnya, baurkan sepat akar manggis sebagai daunnya, bubuhkan kunyit dan jenitri untuk bunganya. Aku butuh ilalang bersinar untuk burungnya dan daun putri malu mengalun merdu untuk sayapnya, yang bergetar ringan mengambang mengimbangi bumi, untuk menghirup sari bunga yang manis, simbol harmoni di tiga negeri! Continue reading “Amarah Burung Hong”

10. Cerita Mini Karya Ahmad Yulden Erwin *

1. FANTASI?

Dunia begini tertib, begini teratur—semua sudah dirancang. Tubuhmu, terlebih pikiranmu (betapa pun bebas kau merasa bisa menentukan pilihan), tetap tak bisa keluar dari rancangan para pembuat “selera” itu. Malangnya, serupa Syshipus yang berfantasi sedang menggelindingkan sebutir apel merah, kau berpikir semua akan baik-baik saja dan, sungguh ironi, kau berupaya tetap merasa bahagia. Continue reading “10. Cerita Mini Karya Ahmad Yulden Erwin *”

9 Cerita Mini Karya Ahmad Yulden Erwin *

1. IBU

Seorang ibu, bermata setajam tombak tulang, sendiri melintasi padang es di Pegunungan Kaukasia. Kelaparan memburu sukunya. Rambutnya masai, giginya hitam, tiga hari sudah lapar terkeji mencekik ususnya. Bermantel bulu beruang, cermat ia ikuti jejak-jejak kaki dan cecer darah seekor mamouth terluka. Terlindungi rahim yang hangat, 12.000 tahun lalu, janin itu, moyang segenap ras Arya, mulai belajar menendang perut ibunya. Continue reading “9 Cerita Mini Karya Ahmad Yulden Erwin *”

Bahasa »