
[Photo: Ido chawan by Kohei Nakamura, Japan]
Rinto Andriono * Continue reading “KENCAN HIKIKOMORI”
POHON PONGO
Bulu-bulunya menegang saat Laksmi menggamit Pongo untuk kembali menghutan. Pongo yang masih kecil, enggan mengikuti ibunya. Ia masih sibuk menghisap daging ubi yang manis, ransum dari taman nasional. Namun, hati Laksmi sudah terpanggil ke sisi lain hutan. Continue reading “POHON PONGO”
2 Cerita Mini tentang Kolonialisme Karya Ahmad Yulden Erwin *
1. KAKEKNYA
Semarang, 1927. Tepat tiga hari setelah Chiang Kai Sek menggorok leher kaum komunis di Cina, kakeknya yang bertulang punggung tegap laiknya Homo Soloensis, nekat mendaftar jadi anggota Partai Komunis Indonesia (di bawah pimpinan utusan rahasia Komintern, Paul Mussotte), di kota Semarang. Continue reading “2 Cerita Mini tentang Kolonialisme Karya Ahmad Yulden Erwin *”
BUKIT SANGGO INAI
Indra Intisa
Selama ratusan tahun, aku kalian percaya sebagai bukit keramat tanpa pernah bisa kubantah. Selama itulah, aku sering dipuja-puji, diberikan sesajen bagi yang minta-minta, dikirimi doa-harap supaya kaya dan sembuh dari penyakit, dan dihormati layaknya Tuhan. Kalian sering menyebutku sebagai bukit keramat pelindung kampung. Katanya, jika ada orang-orang daerah lain yang berbuat jahat di kampung ini, maka aku akan segera melindungi kampung. Mengusir orang-orang yang berniat buruk. Bahkan kalian percaya jika aku memiliki hunian para dewa-dewi, makhluk halus, Datuk (sebutan untuk harimau siluman; para hunian), dan sebagainya yang setiap saat bisa melindungi kampung. Continue reading “BUKIT SANGGO INAI”
KISAH KESEPIAN LABUDAH
Taufiq Wr. Hidayat
Labudah tak pernah membaca “Orang-orang Bloomington” Budi Darma. Orang lain memperkenalkan sosok Labudah dari pikiran-pikiran kotornya, sikap yang menampakkan diri dermawan padahal pelit, licik, cabul, punya watak sadis yang terpendam. Sejumlah watak kotor Labudah itu, diceritakan orang lain dalam cerita ini. Orang lain itu bernama Zabalkat. Continue reading “KISAH KESEPIAN LABUDAH”

