Renjana

Dwicipta
Kompas, 11 Maret 2012

AKU berangkat ke kotamu pagi ini dengan kereta paling awal, diantar hawa dingin dan kabut bulan Maret yang menusuk tulang. Mungkin kau tak mengira bertahun-tahun setelah kita tak lagi menghabiskan waktu bersama aku selalu melakukan perbuatan tolol ini: mencarimu di kota yang tak lagi kau tinggali. Continue reading “Renjana”

Gede Karang menuju Laut

I Made Iwan Darmawan
http://www.balipost.co.id/

Kaki telanjang itu tenggelam setumit ke dalam pasir hitam basah. Pemiliknya menenteng dua jerigen penuh bensin. Pandangannya ke arah laut yang sedang bergelora. Dari arah berlawanan angin bertiup kencang dan basah. Dadanya telanjang, selembar kain batik kusam menggelantung di leher; pahanya dibalut celana pendek, robek di sana sini. Malam gelap, hampir tanpa bintang. Continue reading “Gede Karang menuju Laut”

Bulan Bulat

Tandi Skober
http://www.lampungpost.com/

DIPERMAKLUM dengan hormat bahwa saya ini orang terhormat, terpandang dan terdengar. Kehormatanku ini disebabkan saya memiliki kemaluan—abstraksi dari /malu/ diberi awal /ke/ dan akhiran /an/—yang mana amat sangat luar biasa. Menjadi tanda citra yang kerap dijadikan cerita penduduk negeri. Bahkan seorang penyair istana tak segan mengulum kemaluanku untuk lahirkan syair bersperma tanah air: Continue reading “Bulan Bulat”

PAHLAWAN

Sam Edy Yuswanto
__Radar Surabaya, 13 Nop 2011

Saparua, Maluku, 4 April 1817 M

Malam kian hening. Gelap kian terasa kelam tanpa purnama berjelaga di angkasa raya. Pula, tak terlihat setitik pun kerlip bintang di atas sana. Mendung yang bergulung ingin menguasai luasnya lelangit, menambah gerahnya hawa seisi mayapada hingga menyusupi celah-celah dinding kayu sebuah rumah di sebalik bukit yang dikelilingi rerimbun pepohon dan ilalang. Continue reading “PAHLAWAN”

Bahasa »