Sarengas

Gunawan Maryanto
Media Indonesia, 26 Agu 2007

SARENGAS ingin menguasai bahasa. Segala bahasa yang ada di muka dunia. Dari bahasa hewan, tumbuhan hingga manusia. Dengan demikian ia akan menguasai dunia, sebagaimana Sulaiman, panutannya. Maka berangkatlah ia pagi itu ke laut sebagaimana pesan yang didapatnya dalam mimpi. Jika kau ingin menguasai seluruh bahasa di dunia ini, bertapalah di dasar laut, sebagaimana Sulaiman pernah melakukannya. Continue reading “Sarengas”

Anak Inkubator

Yonathan Rahardjo *
Suara Karya, 19 Jan 2008

Bayi mungil itu meringkuk di dalam inkubator. Ia bernafas cukup berat, kembang-kempisnya dadanya yang di dalam rongganya meringkuk jantung dan paru-paru. Menjadi pratanda betapa organ-organ vital bagi si anak manusia yang baru dilahirkan ibundanya itu mesti menghadapi dunia yang belum tentu ramah pada kehadirannya. Continue reading “Anak Inkubator”

Ibu Tahu Rahasiaku

Puthut EA
Kompas, 26 Agu 2007

Ketika aku turun dari angkutan, orang-orang yang mengantar jenazah Bido baru saja pulang dari kuburan. Sepintas aku melihat, di depan warung kopi Bido, masih ada tenda kecil dan jajaran kursi, juga ceceran bunga. Aku terus saja berjalan menuju rumah.

Sore ini, ibuku tidak banyak bicara. Ia hanya membuatkanku kopi, memasukkan tasku ke kamar, dan membiarkanku sendirian di teras samping. Ia tahu untuk apa aku pulang, tapi tidak bertanya mengapa aku terlambat mengikuti pemakaman. Aku juga tidak sempat bertanya, mengapa di dapur ada banyak orang, tikar tergelar di ruang tamu dan beranda depan. Mungkin akan ada arisan. Continue reading “Ibu Tahu Rahasiaku”

Kami Ingat, Markiyem

Mariana Amiruddin
Jawa Pos, 20 Mei 2007

Mereka menebangnya. Daun-daun itu kini berongga. Matahari melaluinya. Menusuk mataku. Aku tak beranjak. Timpalah semua cahayamu ke mataku. Agar aku tak melihat siapapun…

Matahari pagi menjelang siang memang ganas. Markiyem memasang kaca mata hitamnya setelah koran pagi itu diletakkan di meja teras. Mulutnya menggeram. Continue reading “Kami Ingat, Markiyem”

Bahasa ยป