Jeng Niniek dan Mas Apung

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Ini kisah yang unik yang kuharap tidak akan terjadi pada diriku. Aku tidak pernah menduga hal ini bisa terjadi, tetapi pada suatu malam aku dibikin terbengong-bengong dengan sebuah panggilan telpon melalui HP ku yang bukan blackberry, apalagi telpon genggamku itu berwarna kuning. Aku memegangnya di tangan kiri dan mendengarkan ocehan dari seberang sana dengan telinga kiri. Continue reading “Jeng Niniek dan Mas Apung”

Suara-suara yang Ditiupkan ke Dalam Dada (1)

Jusuf An
kompasiana.com/jusuf_an

Cerpen ini pernah dimuat di Jurnal Cerpen Indonesia edisi X tahun 2009.

NASIB? Sama sepertiku, kau juga tak percaya kalau nasib seseorang sudah lama diguratkan. Anggapan itu kau simpulkan pada suatu siang saat kau duduk di atas kloset. Nasib, menurutmu: jalinan sebab demi sebab, kejadian demi kejadian, dan buah-buah akibat dari pohonan keputusan. Continue reading “Suara-suara yang Ditiupkan ke Dalam Dada (1)”

Suara-suara yang Ditiupkan ke dalam Dada (2)

Jusuf An
kompasiana.com/jusuf_an

Dan aku tak habis pikir, ketika ada beberapa perempuan yang dengan terang-terangan mengaku mencintaimu, kau menanggapi mereka dengan tertawa. Kau menolak perempuan-perempuan itu dengan cara yang halus dan terkesan berlebih-lebihan. “Hak setiap manusia untuk mencintai manusia lainnya, tetapi menurutku pacaran hanya akan menyulut api permusuhan dan membuang-buang waktu.” Continue reading “Suara-suara yang Ditiupkan ke dalam Dada (2)”

Suara-suara yang Ditiupkan ke dalam Dada (4)

Jusuf An
kompasiana.com/jusuf_an

Di kamar Gazali kau menemukan banyak buku, majalah, kliping koran, seperangkat komputer dan lukisan kaligrafi di dinding. Ia mengijinkanmu mengetik puisi-puisimu di komputernya kapan saja. Ia juga memberimu alamat-alamat majalah dan koran, dan menyuruh mengirimkan karya-karyamu. Gazali sering pula mengajakmu mengunjungi beberapa penulis yang tinggal di Jogja, yang karya-karyanya pernah kau baca dan kau terkagumi. Continue reading “Suara-suara yang Ditiupkan ke dalam Dada (4)”

Bahasa »