Awan Hitam Menghadang di Depan

Rilda A.Oe. Taneko
lampungpost.com

Esok adalah boxing-day dan Ray sudah menyiapkan rencana. Pagi-pagi benar, ketika gelap masih melingkupi putih salju, ia akan membawa kantung tidurnya ke pusat kota. Ia akan menyiapkan setermos teh panas dan menyelipkannya di kantung sisi ranselnya. Ia akan bersepeda dari rumah sewanya dan menempati tempat pertama di depan antrian pintu swalayan Fenwick. Continue reading “Awan Hitam Menghadang di Depan”

A L I E N

Sri Wintala Achmad
__Kedaulatan Rakyat, Yogya

TAK disangka, Alien yang semasih kecil sakit-sakitan itu telah tumbuh menjadi perawan sempurna. Matanya yang melukiskan kecerdasan otaknya berbinar seperti bintang kembar. Wajahnya yang selalu dibasahi air Telaga Tirta Maningkem itu melampau bentangan langit safir. Pada usia tujuh belas, Alien menjadi kembang desa Karang Kabolotan. Continue reading “A L I E N”

Cak Selamet

Ahmad Zaini *
__Radar Bojonegoro, 18 Des 2011

Peluh bercucuran dari wajah keriput menjelang tua. Kedua kakinya tiada henti mengayuh pedal becak yang menjadi temannya setiap hari dalam mengais rezeki. Caping lebar yang terbuat dari anyaman bambu masih melekat di kepalanya. Kemudian dia berhenti pada sebuah warung yang berdiri di pinggir jalan. Continue reading “Cak Selamet”

N Y E K A R

Akhiriyati Sundari

Ibu ingin nyekar. Keinginan itu disampaikannya berulang-ulang. Ibu ingin seperti umumnya warga di kampung kami. Bersiap jelang bulan suci Ramadhan dengan nyekar. Tradisi yang biasanya dirangkai dengan besik atau bersih-bersih makam itu diakhiri dengan berdoa, mendoakan arwah yang dikubur. Berikut moyang-moyang terdahulu. Ibu juga ingin kembali nyekar, lusa, usai sembahyang Ied di masjid kampung. Kebetulan, sarean atau pemakaman umum utama kampung kami terletak persis di samping masjid. Continue reading “N Y E K A R”

Bahasa ยป