Si Lugu dan Si Malin Kundang

Hamsad Rangkuti
Kompas, 28 Okt 2007

Sekuriti kompleks perumahan mewah menghambat masuk orang tua dengan beban sepikul hasil bumi. Pintu gerbang tidak dia buka. Orang tua itu mengatakan dia berjalan dari stasiun kereta api mencari kompleks perumahan itu. Setandan pisang, dua ikat jagung, satu buah nangka masak, dan seekor ayam. Polisi lalu lintas melihat peristiwa itu dan menghentikan kendaraan roda duanya. Dia ingin tahu walau sebenarnya hal semacam itu bukanlah tugasnya. Continue reading “Si Lugu dan Si Malin Kundang”

U s u s B u n t u

S. Jai
JAWA POS, 23 Okt 2011

ANAK pertamaku lahir ketika suamiku kehilangan pekerjaan. Meski kehamilanku saat itu direncanakan, ternyata Tuhan berkehendak lain. Suamiku dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja selama bertahun-tahun.

Selang kurang dari dua tahun, anak keduaku turun ke dunia waktu suamiku masih pengangguran. Jelas kali ini si jabang bayi lahir dari kehamilan yang tak terencana. Seingatku itu terjadi akibat kami tak mampu secara rutin membeli kondom antihamil. Continue reading “U s u s B u n t u”

Ta’jil

Ahmad Zaini*
http://oase.kompas.com/

“Lagi-lagi Mbah Sumo bersikap seperti anak kecil. Ia selalu memperhatikan apa isi bungkusan yang menumpuk di sekitar para lelaki.”

Serambi masjid sore itu ramai oleh para jamaah yang mengikuti pengajian. Mereka duduk membentuk lingkaran dari satu titik hingga titik berikutnya. Mereka antusias mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh ustadz babakan masalah agama khususnya tentang puasa Ramadhan. Kebetulan saat itu sudah memasuki hari kelima belas puasa bulan Ramadhan. Continue reading “Ta’jil”

ARJUNA DI RIMBA TEGASARA

Sri Wintala Achmad
___harian Kedaulatan Rakyat

Bagai lempengan tembaga terbakar, langit timur memuntahkan matahari dari rahim malam. Manakala beburung menyanyikan cinta pada semesta. Sungai di tepian rimbaTegasara masih mengalirkan kasih bumi dari hulu hingga hilir. Muara, di mana persetubuhan gunung dan samudera belum usai dituliskan dalam kitab sejarah alam. Continue reading “ARJUNA DI RIMBA TEGASARA”

Bahasa »