KELIR BEDAH

Indiar Manggara
http://indiarmanggara.blogspot.com/

Hari nampak lelah digenang senja. Warna emas yang leleh mencair mewarnai cakrawala, semakin redup, menarik cahaya dari celah-celah rimbun bukit. Bulan semenanya muncul dengan setengah keangkuhan menatap tajam matahari yang mulai terseok-seok menuruni renta waktu –seperti menuntut sebuah keadilan. Continue reading “KELIR BEDAH”

Cermin

Dahlia Rasyad
http://lampungpost.com/

TERTEGUN di depan krematorium anjing dan membaca selebaran lotre yang melekat di samping etalase, seorang gadis mencoba mengingat urutan digit angka di selebaran itu sambil merogoh saku. Secarik kupon undian bertuliskan “One way ticket to the Nova” terselip lusuh. Ia mendapati sederet angka yang persis dengan angka di selebaran itu. Ia mulai meraba namanya, mencoba memperpendek jarak dan mempersempit waktu, menemukan seorang artis yang selama ini ia cari-cari. Seorang artis yang menjadi idolanya selama ini, yang tak lain tak bukan adalah musuh terbesarnya sendiri. Continue reading “Cermin”

Bibir Merah

Daisy Priyanti
suarakarya-online.com

Bibir yang merah basah dan setengah terbuka memintaku menciumnya. “Ciumlah aku sepuasmu. Pagut aku semaumu. Jangan lepaskan!”

Aku tidak mengenalnya. Aku tidak mengetahuinya dari mana ia datang atau apa sebabnya dia menghampiriku tiba-tiba begitu dan langsung saja meminta aku memagutnya, menciumnya, dan tidak melepaskannya. Continue reading “Bibir Merah”

KI DHALANG

Sri Wintala Achmad
__Harian Kedaulatan Rakyat

Seri Bharatayuda telah selesai dibabar Ki Dhalang selama tujuh malam di Gedung Serbaguna Kalurahan Ngudi Budaya. Namun saat fajar hari seusai menggelar lakon Rubuhan, Ki Dhalang tidak beranjak dari depan kelir. Ki Dhalang merasakan kematian keangkara-murkaan Kurawa yang memberi harapan kedamaian jagad raya itu hanya malapetaka baginya. Kekosongan kelir yang teramat mengerikan. Continue reading “KI DHALANG”

Bahasa »