Tertikam Pena

Sabrank Suparno

Juli selalu datang tepat waktu. Tak sedetik pun ia terlambat. Entah apa daya talentanya, yang jelas kedatangannya selalu diarak angin. Meski tak pasti bahwa angin adalah kekasih sejatinya, setidaknya angin mempunyai rencana sendiri! Yang benar-benar tau rahasia angin adalah Agus. Ya, Agus. Lelaki berambut ikal dan menyukai warna hijau daun. Beberapa hari ini Agus sibuk menyiapkan megaparty: memasang lampion, penjor, baleho, umbul-umbul, serta aksesoris perias ruangan. Agus sosok perjaka desa yang rutin merayakan ulang tahun kelahiranya. Continue reading “Tertikam Pena”

Air Mata di Atas Lapak

Ahmad Zaini*
Radar Bojonegoro, 20 Okt 2011

Bekas-bekas lapak dagangan berserakan di sekitar bongkaran pasar. Papan, usuk, balok, serta bekas atap lapak porak poranda tak tentu arah. Gundukan-gundukan barang dagangan masih tercecer di setiap sudut bekas tempat jualan para pedagang. Puluhan aparat keamanan terlihat berlalu-lalang mengantisipasi agar tidak ada gerakan warga atau para pedagang yang ingin menggagalkan pembongkaran pasar yang sudah dilegalkan atau diprogramkan oleh pemerintahan setempat. Continue reading “Air Mata di Atas Lapak”

Pesta Kawin

Sabrank Suparno

Tanjung Dungkak, adalah kota kecil dari sekian puluh kota yang pernah aku singgahi. Dibanding Tanjung Benoa Bali, kota ini tak sekedar jauh wilayah teritorialnya, melainkan jauh pula tingkat peradapannya. Kawasan sunyi dari lalu lalang menusia, minim gedung mewah, tak ada kendaraan transportasi dan dunia gemerlap. Keadaan ini berbanding seratus delapan puluh derajat dengan Tanjung Benoa Bali yang tak sepi turis manca negara silih berganti menyinggahi. Continue reading “Pesta Kawin”

Perempuan-Perempuan Kereta

Ahmad Zaini *

Sewaktu pagi belum sempurna memasuki hari, tangan-tangan kekar para perempuan kereta menjinjing keranjang yang penuh dengan telur asin. Mereka berjalan menembus pagi buta yang dipenuhi kabut penghalang mata. Langkah mereka laksana langkah laki-laki yang kokoh menyangga beban yang berat. Ya, itulah pekerjaan sehari-hari dari perempuan-perempuan kereta yang mencari nafkah ke kota demi menyambung hidup di dunia. Continue reading “Perempuan-Perempuan Kereta”

Bahasa »