LELAKI BERSANDAR PADA ANGIN

Bambang kempling *

Lorong menuju kamar itu, mengingatkannya pada kebisuan-kebisuan yang tidak sempat tertulis. Begitu banyak yang mendesak perlahan, termasuk pilihan-pilihan. Tetapi ada semacam kesadaran bahwa kata-kata yang menjelma begitu saja, tidak seharusnya berakhir sia-sia.

Hari lewat tengah malam, dengan sempoyongan dia masuki lorong sempit itu. Sebuah lorong melarat, dimana barangkali seluruh debunya telah terlebih dahulu mencatatkan peristiwa setiap hari yang dilalui menjadi satu tarikan abstraksi jalan hidup. Continue reading “LELAKI BERSANDAR PADA ANGIN”

Surga Ada di Dekatmu

Ahmad Zaini

Hamparan kebun kelapa sawit tumbuh hijau di atas tanah milik saudagar kaya raya, Suparman. Puluhan pekerja setiap hari bekerja di kebun lelaki yang sangat disegani penduduk di daerah itu. Sementara sang majikan, Suparman, hanya duduk manis di atas kap mobil mewah yang diparkir di pinggir perkebunan sawit miliknya. Caping melingkar lebar di atas kepalanya separuh menutupi wajahnya yang dipenuhi jambang lebat. Terkadang penampilannya itu sampai mengelabui pekerjanya sendiri dikira pengusaha kepala sawit lain yang ingin bekerja sama dengan Suparman. Continue reading “Surga Ada di Dekatmu”

DARI DAN KE …

Bambang Kempling *

Mimpi masih berlanjut setelah itu.

Suatu perbincangan pada suatu sore masih saja mengiang di telinganya sepanjang hari yang dilalui kini. Apakah hal yang tampak selalu di depan mata, telah menjelmakan racun pada setiap lembut udara yang dihirupnya? Ataukah semacam tabir bagi kebanggaan jalan yang pernah dilalui? Continue reading “DARI DAN KE …”

Rintih Gadis dari Balik Tirai

Ahmad Zaini *

Sayup terdengar hembusan angin malam. Gemerisiknya menimbulkan bunyi irama mendesah di tengah keheningan malam. Aku tersadar dari kantuk di malam itu. Mata penat kubuka perlahan menatap sekeliling yang hanya terlihat temaram lampu yang menyala tak sempurna. Tanganku merayap menggapai dinding yang catnya mulai mengelupas. Kasap pasir yang tak berselimut semen membuat telapak tangan sedikit tergores. Continue reading “Rintih Gadis dari Balik Tirai”

Sepotong Kue Ulang Tahun

Ahmad Zaini*

Setetes air hujan menyentuh bibir saat kuterbaring di bangku tua pada sebuah taman. Kutatap langit hitam menggumpal seakan segera tertumpah di atas bumi raya ini. Kilat bersabung di angkasa mencekamkan suasana senja. Sementara kulihat kanan kiri taman ini sudah sepi. Hanya terlihat petugas kebersihan taman sedang memunguti daun-daun yang luruh tertempa angin. Continue reading “Sepotong Kue Ulang Tahun”

Bahasa »