Goenawan Mohamad: Tentang Puisi dan Pemikiran

Asarpin
asarpin.blogspot.com

Dua hal akan dengan gampang dikorbankan dalam krisis ekonomi yang seberat ini, di samping tenaga buruh, itu adalah seni dan pemikiran. Keduanya sudah pasti bukan termasuk bahan pokok. Keduanya juga lebih sering memakan beaya ketimbang menjadi sumber dana. Keduanya tak jarang merisaukan.

–GOENAWAN MOHAMAD, “Menangkis Negara, Menangkal Pasar”, dalam Utan Kayu Tafsir Dalam Permainan, Kalam, Jakarta : Agustus 1998, h. ix Continue reading “Goenawan Mohamad: Tentang Puisi dan Pemikiran”

Afrizal Malna: Puisi dan Geometri Ruang Imajiner

Asarpin *
http://asarpin.blogspot.com/

Setiap yang saya lakukan harus ada rasionalisasinya… Sebab saya tak mau terombang-ambing dalam wilayah yang cenderung tak bertuan.
–AFRIZAL MALNA, dalam esai ”Proses Kreatif”, dimuat dalam bagian akhir buku himpunan puisi Kalung dari Teman.

Dan waktu adalah air
–AFRIZAL MALNA, fragmen puisi ”Fanta Merah untuk Dewa-dewa” Continue reading “Afrizal Malna: Puisi dan Geometri Ruang Imajiner”

KEBANGKITAN SASTRA (DI) LAMPUNG

Asarpin
http://asarpin.blogspot.com/

Pemantik

Lampung mendapat sorotan para pemerhati sastra karena negeri ini banyak sekali melahirkan penyair. Hampir setiap minggu kita temukan puisi yang ditulis penyair Lampung di koran nasional maupun lokal. Bahkan di TIM pernah diadakan diskusi khusus membicarakan fenomena kepenyairan di Lampung. Salah satu pembicaranya adalah Nirwan Dewanto—kritikus yang dianggap paling berwibawa dalam dua dekade terakhir. Continue reading “KEBANGKITAN SASTRA (DI) LAMPUNG”

Penyair-Penyair Lampung

Asarpin

Prolog: Negeri Penyair

Lampung sudah cukup lama dikenal memiliki lumbung sastra. Mungkin karena Lampung punya aksara sendiri, yaitu aksara Kaganga. Betapa banyak bentuk sastra yang tersebar dalam kelisanan masyarakat Lampung, baik di selatan, timur, barat, maupun di tengah. Lampung memiliki kekayaan subkultur yang beragam dan dianggap bisa menjawab berbagai tantangan zaman. Continue reading “Penyair-Penyair Lampung”