CERPEN SEBAGAI POTRET SOSIAL ZAMANNYA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Sastra ?di dalamnya tentu saja termasuk juga cerpen? bukanlah sekadar karya fiksional ?menyulap fakta menjadi fiksi?tetapi juga catatan sebuah kesaksian atas satu atau serangkaian peristiwa yang terjadi pada saat dan zaman tertentu. Sebagai sebuah kesaksian, sastra boleh jadi sekadar mencatat segala peristiwa itu tanpa pretensi. Atau, mungkin juga ia mencoba melakukan pemaknaan atas hakikat di balik peristiwa itu. Continue reading “CERPEN SEBAGAI POTRET SOSIAL ZAMANNYA”

Konsep

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Kesenian adalah salah satu alat untuk mencurahkan makna, agar bisa ditumpahkan kepada manusia lain secara tuntas. Seperti sebuah baskom ia menampung darah yang keluar dari leher seniman yang menggorok dirinya, menggorok orang lain, situasi, problematik, lingkungan, misteri, makna-makna yang berserak, menempel, terapung, bersembunyi di mana-mana. Continue reading “Konsep”

TEROR DALAM KEHIDUPAN BERINGAS

Maman S. Mahayana *

Gelombang cerpen Indonesia mutakhir sungguh seperti gerak roda kereta; gemertak-keras-memekakkan, sangat beragam, bising dan kadang kala terlalu nyaring. Selepas Seno Gumira Ajidarma, Taufik Ikram Jamil, Gus tf Sakai, Joni Ariadinata, Agus Noor, Hudan Hidayat, Herlino Soleman, dan sederet panjang nama-nama yang acapkali menggelisahkan kita di hari Minggu, kini Teguh Winarsho AS coba meluncurkan antologi cerpennya. Continue reading “TEROR DALAM KEHIDUPAN BERINGAS”

Tari sebagai Media Komunikasi

Okty Budiati
sinarharapan.co.id

Melalui bahasa tubuh (gerak), seni tari merupakan media komunikasi. Tari menjadi simbol pencerahan. Melalui perayaan ritual maupun hiburan, di dalamnya terkandung spirit akan identitas yang merupakan perwujudan dari suatu filosofi, nilai dan bentukan sejarah, serta tradisi dan budaya tertentu. Seni tari merupakan salah satu wahana ekspresi, sebuah proses harmonisasi tubuh dan pikiran melalui gerakan. Continue reading “Tari sebagai Media Komunikasi”

Bahasa ยป