HUJAN YANG JEDA

A. Syauqi Sumbawi *

Tiba-tiba jeda. Lalu-lalang jalan, separuhnya menepi. Hujan mengguyur lebih cepat dari prediksi. Lebih gesit dari siasat manusia menerka gumpalan awan. Menggiring pengendara sepeda motor ke emperan toko. Berbagi teduh, bersama pedagang kaki lima dan rombongnya. Usai mengenakan mantel, sebagian mereka kembali bergabung dalam lalu-lalang. Menderu dalam deras hujan di aspal basah. Menerobos garis-garisnya yang tak pernah meninggalkan noda. Continue reading “HUJAN YANG JEDA”

BENTUK “SAN-QU” PADA PUISI-PUISI CINA KLASIK,

TEKNIK “RUN-ON SENTENCES”, DAN JUKSTAPOSISI
Ahmad Yulden Erwin *

Dalam sejarah konsep estetika puisi dunia, khusunya imajisme, Ezra Pound terinspirasi oleh huruf-huruf piktograf Cina sewaktu merumuskan teknik ideogramik yang menjadi dasar dari sintaksis puitik imajisme. Teknik ini diuraikan oleh Ezra Pound, pendiri gerakan puisi imajisme dan inspirator gerakan puisi objektivis, gerakan pertama dan kedua dari puisi modern di AS pada awal abad ke-20. Metode ideogramik ini memungkinkan penyair mengekspresikan hal-hal yang abstrak melalui imaji (gambaran atau citraan) konkret. Continue reading “BENTUK “SAN-QU” PADA PUISI-PUISI CINA KLASIK,”

Bahasa »