Agama, Bunuh Diri Hakekat dan Habermas

(Pentas Teater Keluarga ‘Alibi’)
Mashuri

Seorang lelaki di panggung, dengan setting: satu kursi, satu ranjang, sejumlah pakaian di gantungan, sekat ruang putih, juga tabir hitam. Ia berbicara sendiri, tentang siapa dan apa saja yang menyangkut soal korupsi. Ia beralibi tentang sikapnya, tentang pilihan hidupnya, tentang hubungan-hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya, juga keluarga. Ia berbicara tentang harapan-harapan, frustasi, mimpi, juga ideologi.
Continue reading “Agama, Bunuh Diri Hakekat dan Habermas”

ZAMAN MATI BAGI PUISI

Hamdy Salad *

Perdebatan sastra Indonesia mutakhir banyak dipenuhi oleh -kutuk dan pujian- yang tertuju pada dunia fiksi. Sehingga nyaris tak terdengar gema keindahan yang mengatasnamakan puisi. Bahkan tak juga menampak adanya kosa-kosa pergerakan yang memiliki aras pada kedalaman jiwa puisi. Seakan zaman menolak kehadiran puisi. Atau justru sebaliknya, puisi itu sendiri yang bunuh diri dan mati? Continue reading “ZAMAN MATI BAGI PUISI”

Camus, Caligula, Asrul Sani: Mempertimbangkan Kembali (Eksistensi) Kebudayaan Kita

Raudal Tanjung Banua

Pada tanggal 4 Jan 1960, Albert Camus, penulis lakon Caligula, meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dekat Villeblein. Ia lahir di Mondovi, Aljazair, 7 November 1913, tetapi lebih dikenal dalam khazanah filsafat dan sastra Prancis. Berasal dari keluarga veteran Marne, Camus mencecap kehidupan yang sulit; kemiskinan, perang dan penyakit. Mungkin pengalaman ini yang membekas pada aktivitas dan karya-karyanya kemudian. Continue reading “Camus, Caligula, Asrul Sani: Mempertimbangkan Kembali (Eksistensi) Kebudayaan Kita”

“IPTEK MASAJAYA” DI LIMBUR PASAR

Suryanto Sastroatmodjo

Ketegangan antara doktrin yang abadi, dengan manifestasi dalam kehidupan pribadi dan sosial merupakan faktor utama dari dinamika Islami. Munculnya berbagai aliran pemikiran, mistikus dan mujtahid pada paruh akhir abad ke dua puluh ini, menunjukkan suatu pertanda betapa ketegangan yang kreatif antara doktrin yang abadi dan kemungkinan manifestasi yang beraneka ragam dapatlah berlangsung, disadari maupun tidak, suatu jalan baru, yang mungkin memiliki rentangan yang lebih lentur, tengah diretas.
Continue reading ““IPTEK MASAJAYA” DI LIMBUR PASAR”

Bahasa »