KESAKSIAN DAN GURIT SRI SETYA RAHAYU PADA PERKEMBANGAN KOTA BENGAWAN

Mashuri *

Sri Setya Rahayu (1949—2019) merupakan sastrawan perempuan Jawa yang produktif. Ia menulis puisi dan prosa sejak tahun 1969. Namun, dalam kesempatan yang asolole ini, saya akan mengenang kembali beberapa guritannya atau puisi Jawanya yang terkait dengan kota kelahirannya, yang disebut sebagai Kota Bengawan, alias Bojonegoro, yang terhimpun dalam “Bojonegoro Ing Gurit”. Sebuah buku kompilasi para penggurit Bojonegoro atau tentang Bojonegoro, yang diterbitkan oleh Narasi Yogyakarta, 2006. Continue reading “KESAKSIAN DAN GURIT SRI SETYA RAHAYU PADA PERKEMBANGAN KOTA BENGAWAN”

Membuka Pintu Puisi Matroni

Joko Pinurbo

Sajak-sajak Matroni Muserang tampaknya ingin menekankan pentingnya literasi dari sudut pandang kesadaraan religius. Literasi merupakan sarana untuk menyelami keluasan dan kedalaman misteri kehidupan manusia.

Ada empat citraan pokok yang membingkai keseluruhan puisi Matroni: huruf, perahu, samudra, dan pintu. Keempat citraan tersebut berpaut satu sama lain, menawarkan ambigiuitas yang menarik untuk dicermati. Continue reading “Membuka Pintu Puisi Matroni”

MENYUSURI JEJAK SPIRITUALITAS DAN RELIGIOSITAS

Djoko Saryono *

Siapakah manusia itu? Siapakah kita? Notabene, ini pertanyaan yang sudah berumur ribuan tahun. Selama ribuan tahun, manusia senantiasa mencoba merenungi hakikat dirinya sendiri sebagai manusia; para pelaku perjalanan ke dalam diri selalu mencari jawaban atas hakikat manusia. Selama ribuan tahun pula, para pemikir dari berbagai lapangan kehidupan berusaha memberikan jawaban atas pertanyaan tentang hakikat manusia. Continue reading “MENYUSURI JEJAK SPIRITUALITAS DAN RELIGIOSITAS”

Bahasa »