Realisme-Mitos dalam Cerpen-cerpen Benny Arnas

Hary B Kori’un
Riau Pos, 29 Mei 2011

1
BAGI sebuah karya kreatif (dalam hal ini prosa [cerpen]), pengarang adalah “tuhan” yang bisa menentukan semuanya: mulai dari hidup-mati sang tokoh, nasib, jalan hidup, menderita-bahagia, jatuh cinta-patah hati, kaya-miskin, dan sabagainya. Pengarang punya hak mengatur semuanya, dengan karakter tokoh masing-masing, di mana setting-nya, bagaimana wajah tokoh, bagaimana prilakunya, apa yang hendak dan telah dibuatnya, termasuk sebab-akibatnya. Sebagai “tuhan” bagi karyanya, pengarang harus cerdas menciptakan tokoh-tokohnya, agar kekuatan yang dibangun dalam karya fiksinya juga terasa “hidup”. Baca selengkapnya “Realisme-Mitos dalam Cerpen-cerpen Benny Arnas”

Cerita Silat Indonesia Membentuk Karakter Bangsa

Chairul Abshar
http://www.suarakarya-online.com/

Pada awalnya, cerita silat adalah sekedar suatu cabang dari ilmu pengetahuan tentang sastra. Cerita silat banyak mengupas kisah-kisah seputar aspek kependekaran yang biasanya berlandaskan keadilan dan persaudaraan.

Satu ciri yang sifatnya umum dari cerita silat adalah menggambarkan kemahiran dan ketrampilan berkelahi tokoh-tokohnya. Di belakang semua pertempuran yang menjadi daya tarik utamanya, terdapat unsur yang lebih penting, yaitu penekanan pada nilai-nilai kepahlawanan, keadilan, kesetiakawanan dan patriotisme. Baca selengkapnya “Cerita Silat Indonesia Membentuk Karakter Bangsa”

ISLAM DI JAWA

Mh Zaelani Tammaka
http://kotasendeng.blogspot.com/

Alkisah, seorang dewa Hindu, Wisnu didorong oleh keinginannya yang besar untuk mencari titik temu antara ajaran Hindu dan Islam, rela menempuh perjalanan jauh, dengan mengarungi lautan dan daratan, untuk datang ke negeri Rum (Turki), salah satu pusat negeri Islam, yang kala itu dalam penguasaah Daulah Usmaniyah. Baca selengkapnya “ISLAM DI JAWA”