KEINDONESIAAN IDENTITAS INDONESIA*

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Tulisan Seno Gumira Ajidarma, ?Keindonesiaan? (Kompas, 12 Februari 1995), sungguh cerdas dan menarik untuk didiskusikan. Tulisan ini mencoba untuk memberi catatan kecil terhadapnya.

Dalam berkesenian, nama (identitas) sememangnya tidaklah lebih penting dari karyanya sendiri. Nama besar dengan karya picisan, bukanlah sebuah prestasi yang membanggakan. Sebab, yang penting adalah: dapatkah karyanya menjadi sebuah monumen hingga nama sang pencipta menjadi masyhur. Continue reading “KEINDONESIAAN IDENTITAS INDONESIA*”

O.H. Supono

Ivan Sagita*
http://www1.jawapos.co.id/

Dari O.H Supono, kita dapat belajar banyak, bagaimana seorang seniman mampu menjadi ayah yang baik, sanggup memelihara kedekatan dengan keluarga.

HAL menarik dari O.H. Supono, ia adalah seorang pelukis yang dekat dengan keluarga. Kedekatan dan kecintaannya berbuah: selain rasa hormat segenap keluarga, juga sikap apresiasi yang besar terhadap karya-karyanya. Itulah yang kemudian tampak dalam buku tebal The Impression of O.H. Supono (Sandiantoro, November 2009) serta gelar pameran tunggal di Galeri Merah Putih, kompleks Balai Pemuda Surabaya, belum lama ini. Continue reading “O.H. Supono”

KEMERDEKAAN BAHASA INDONESIA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Bahasa itu produk budaya. Kelahiran dan perkembangannya sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berada di sekelilingnya: letak geografi, kondisi alam, kultur, sikap hidup, dinamika sosiologis masyarakat pemakai, sejarah bangsa, dan karakteristik bahasanya itu sendiri. Kelahiran, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia, juga tidak terlepas dari berbagai faktor itu. Ia mirip aliran sungai. Mengalir berkelak-kelok, bercampur dengan aliran sungai yang lain. Membentuk kuala sendiri, Mungkin juga ada limbah pabrik masuk. Agak tercemar. Tetapi ia terus mengalir sampai pada sebuah muara: bahasa bangsa. Itulah potret bahasa Indonesia. Continue reading “KEMERDEKAAN BAHASA INDONESIA”

Dongeng Kegelapan

A.S. Laksana *
jawapos.co.id

Dari dongeng anak-anak, Anda bisa belajar tentang banyak hal yang tidak terjadi di dunia orang dewasa. Berkaitan dengan kekuasaan, misalnya, kita disuguhi cerita mengenai singgasana raja yang di atasnya tergantung sebilah pedang telanjang. Pedang tersebut hanya diikat oleh seutas benang tipis yang akan putus jika sang raja memperlakukan kekuasaannya secara berangasan. ”Paduka harus bertindak adil. Benang itu akan putus dan pedang akan membabat leher Paduka jika Paduka bertindak ugal-ugalan di atas singgasana,” kata penasihat kerajaan. Continue reading “Dongeng Kegelapan”

Mengenang Kampung Halaman

Satmoko Budi Santoso *
jawapos.co.id

PAMERAN tunggal seni rupa bertajuk (C)artography karya Julnaidi M.S. di Emmitan CA Gallery Surabaya pada 11-25 Oktober 2009 dengan segera sangat mengesankan bahwa Julnaidi berusaha merefleksikan ingatan kolektif atas kampung halamannya, yakni Sumatera Barat. Memang pameran ini tak berhubungan dengan peristiwa gempa bumi di wilayah itu baru-baru ini. Semua lukisannya dipersiapkan sebelum bencana alam itu terjadi. Dengan kata lain, pameran tersebut bukan pameran amal. Continue reading “Mengenang Kampung Halaman”

Bahasa ยป