Sastrawan masih Trauma Terjun ke Politik?

I Nyoman Suaka
balipost.co.id

Menjelang Pemilu 2004, hampir tidak terdengar ada sastrawan yang masuk menjadi calon legislatif (caleg) sebuah partai. Berbeda dengan seniman lain seperti penyanyi, aktor, bintang film dan sinetron. Para selebritis itu ramai-ramai dilamar oleh pengurus partai karena diyakini sebagai mesin pengumpul suara. Bahkan ditempatkan sebagai caleg nomor kecil alias caleg jadi. Apakah sastrawan tidak berminat terjun ke panggung politik? Continue reading “Sastrawan masih Trauma Terjun ke Politik?”

Arah Perkembangan Kritik (Kajian) Sastra

Aprinus Salam *
kr.co.id

Beberapa kalangan menggelisahkan arah perkembangan kritik sastra. Kegelisahan tersebut antara lain disebabkan kritik sastra dianggap tidak mampu mengakomodasi perkembangan karya sastra. Kegelisahan itu juga disebabkan karena saat ini tidak ada kritikus sastra seberwibawa HB Jassin. Di samping itu, kritik sastra dianggap tidak mampu menjelaskan arah perkembangan karya sastra, yang kita tahu, akhir-akhir ini karya sastra terbit dengan cara yang cepat dan sangat beragam. Continue reading “Arah Perkembangan Kritik (Kajian) Sastra”

Yogya Basis Sastra Alternatif

Amien Wangsitalaja
kr.co.id

MEDIA SASTRA, terutama sastra tulis, merupakan media yang cenderung tidak diminati secara massal dan karenanya cenderung tidak memiliki “masa hidup” yang panjang. Pamusuk Eneste dalam “Timbul dan Tenggelamnya Majalah Kebudayaan” (Matabaca, vol 1/no.4/ November 2002) menyimpulkan bahwa banyak majalah kebudayaan yang masih rutin terbit, yaitu Horison dan Basis ditambah dua lagi yang agak diragukan keberlangsungan terbitnya, yaitu Kalam dan Kolong. Continue reading “Yogya Basis Sastra Alternatif”

Bahasa »