Puisi-Puisi Pringadi AS

Sebuah Jawaban di Stasiun Kereta
: wan anwar

dari Ampera, aku tidak pernah berpikir akan lupa pada seporsi
mpek-mpek yang asam, dan manisnya segelas es campur di keruhnya
wajahmu. tiga puluh menit, Wan, tiga puluh menit saja aku sudah
sampai di kereta membawa sebuah koper yang berisikan wangi
parfummu tetapi aku masih meninggalkan selembar kertas kosong
atas pertanyaanmu dulu. aku duduk di gerbong ke tiga, Continue reading “Puisi-Puisi Pringadi AS”

Puisi-Puisi Heri Latief

Politik Peluru

lihatlah, penguasa ganas menembaki rakyat!
kekuasaan tak mau tau soal kemanusiaan
pejabat bangsat mandi darah rakyat
raungan pedih, derita jerit sakit korban
tangisan keluarga yang ditinggalkan
langit jakarta memerah!
politik istana pertumpahan darah
di tanjung periok tragedi diulang lagi
yang muda berani melawan pentungan Continue reading “Puisi-Puisi Heri Latief”

Bahasa ยป