Budaya Jawa Mencipta Harmoni Sosial

Muhammad Sabrang*
http://oase.kompas.com/
Judul buku : Harmoni dalam Budaya Jawa (Dimensi Edukasi dan Keadilan Gender)
Penulis : Moh. Roqib
Pengantar : Ahmad Tohari
Penerbit : Pustaka Pelajar Yogyakarta
Cetakan : 1, 2010
Tebal : xv + 258 halaman

Spirit kebudayaan selalu menghadirkan ruang kreativitas untuk serasi, seimbang, dan seharmoni. Latar kesejarahan di Jawa mengabarkan bahwa spirit budaya menjadi kekuatan ampuh mempersatukan heterogenitas budaya Jawa yang seringkali terpencar. Continue reading “Budaya Jawa Mencipta Harmoni Sosial”

Runtuhnya Singgasana Politik Kiai

Muhammadun AS*
http://oase.kompas.com/
Judul buku: Gagalnya Peran Politik Kiai dalam Mengatasi Krisis Multidimenasional
Penulis: Heri Kiswanto
Penerbit: Pesantren Nawesea Pres Yogyakarta
Cetakan: 1, April 2010
Tebal: 321 halaman

Ada pertaruhan besar bagi para kiai yang terus bermanufer dalam kancah politik kekuasaan. Yakni pertaruhan “kuasa moral” kiai dalam melumpuhkan, menghancurkan, dan memutus jaring kuasa politik yang dalam bahasa YB Mangunwijaya (1997:4), dunia politik digenangi dan dirembesi jiwa korup, mental mencuri, bohong, main tipu, suka yang semu, urik, tidak kenal fair play, dan telah mencengkeram bangsa. Continue reading “Runtuhnya Singgasana Politik Kiai”

KOMEDI SATIRIS PRESIDEN PENYAIR

Maman S Mahayana
mahayana-mahadewa.com

Sutardji Calzoum Bachri, Hujan Menulis Ayam, Magelang: Indonesia Tera, 2001, xiv + 94 halaman.

Presiden penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, yang jabatan kepresidenannya dilekatkan sendiri, tanpa Sidang Istimewa, memang lebih dikenal lantaran kepenyairannya yang khas, cerdas dan kadangkala nyeleneh. Gebrakannya lewat antologi O Amuk Kapak (1981) telah menempatkannya sebagai pendobrak peta puisi Indonesia tahun 1970-an. Membaca antologinya itu, orang mesti berkerut dahi, mungkin juga dengan geleng kepala. Continue reading “KOMEDI SATIRIS PRESIDEN PENYAIR”

Jadi Guru yang Menginspirasi Siswa

N. Mursidi*
http://www.jawapos.com/

DUNIA pendidikan kita kembali dirundung duka. Hasil pengumuman ujian nasional (unas) Senin lalu (26/4) benar-benar mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, jumlah siswa yang tidak lulus meningkat drastis. Pada unas SMA (dan sederajat) 2010, yang lulus hanya 89,88 persen. Sedangkan angka kelulusan unas 2009 mencapai 94,85 persen. Sebanyak 154.079 di antara 1.522.162 siswa peserta unas harus mengikuti unas ulang pada 10-14 Mei mendatang. Siapa yang patut disalahkan dalam kasus ini? Continue reading “Jadi Guru yang Menginspirasi Siswa”

Bahasa »