Sejarah yang Dibebaskan

Sumber Terpilih Sejarah Sastra Indonesia Abad XX
Penyusun: E. Ulrich Kratz
Penyunting: Pax Benedanto
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta, 2000
Peresensi: Radhar Panca Dahana
majalah.tempointeraktif.com

Hal yang paling menarik dari buku ini tentu bukan tebalnya yang lebih dari 1.000 halaman, atau ketekunan penyusunnya yang telah lebih dari tiga dekade menggumuli sastra Indonesia dan sastra Melayu pada umumnya, tetapi pada keberanian sang penyusun menampilkan 97 artikel pilihan Continue reading “Sejarah yang Dibebaskan”

Perjuangan Jadi Single Parent

Lailiyatis Sa’adah*
http://www.jawapos.com/

Situasi puncak dalam kehidupan yang berujung kebahagiaan menjadi dambaan setiap insan. Namun, sebaliknya, ketika dalam situasi paling rendah, yang berwujud dalam rupa-rupa kesedihan dan musibah menerpa, tak banyak yang mampu menyikapinya dengan tegar dan sabar. Maka, tidak jarang, keputusasaan yang berakhir duka (sebut saja seperti bunuh diri) seringkali ditempuh oleh mereka yang tak tahan memikul beban nasib tersebut. Continue reading “Perjuangan Jadi Single Parent”

Pembacaan Ulang Pengarang Stensilan

Sidik Nugroho *
jawapos.com

NAMA Abdullah Harahap tak pernah dikenal sebagai tokoh penting dalam sastra Indonesia pada eranya (tahun 80-an). Namun ia adalah seorang pengarang produktif, menulis banyak novel stensilan tentang setan, balas dendam, seks, jimat, dan segala yang berbau horor. Kepengarangan Abdullah memang telah usai. Bahkan buku-bukunya kini susah ditemui di toko-toko buku loak sekalipun. Continue reading “Pembacaan Ulang Pengarang Stensilan”

Bali Utara Membara

Sunaryono Basuki Ks*
http://www.jawapos.co.id/

NGURAH Suryawan menekuni sejarah sosial, politik, dan kebudayaan. Tesis S-2 yang diajukan ke Program Kajian Budaya Universitas Udayana menghasilkan buku ini. Buku ini terasa unik karena diperkuat dukungan dua tokoh Buleleng, Bali Utara, yakni Ida Bhagawan Dwija dari Geriya Taman Sari, Lingga, Singaraja, Buleleng, dan Dr I Gede Made Metere, rektor Universitas Panji Sakti, Singaraja, Buleleng. Masalah yang dikupas memang mengenai genealogi kekerasan di Buleleng, Bali Utara. Continue reading “Bali Utara Membara”

Bahasa ยป