Let’s

Judul: Pesona “Barat”, Analisa Kritis-Historis Tentang Kesadaran Warna Kulit di Indonesia
Pengarang: Vissia Ita Yulianto
Penerbit: Jalasutra
Cetakan: Pertama, 2007
Tebal: 168 hal + xvii
Peresensi: Isma Savitri
http://suaramerdeka.com/

IKLAN produk kecantikan kini makin gencar mempromosikan keelokan kulit putih yang dianggap membawa nilai-nilai “kebaikan” seperti bersih, suci, indah, layak kulit para bangsawan atau priaayi kerajaan. Continue reading “Let’s”

Perjalanan ke Jantung Jawa

Judul: Di Jawa, Petualangan Seorang Antropolog
Judul Asli: Doing Java An Anthropological Detective Story
Penulis: Niels Mulder
Penerjemah: Sofia Mansoor
Penerbit: Kanisius, Yogyakarta
Cetakan: Pertama, 2007
Peresensi: Aris Darmawan
http://suaramerdeka.com/

PERJALANAN itu telah dimulai sejak Januari 1969. Niels Mulder, padri Katolik berkewarganegaraan Belanda ini membulatkan tekad pergi ke Indonesia, tepatnya ke Yogyakarta. Continue reading “Perjalanan ke Jantung Jawa”

Pemikiran Posmodern Islam Liberal

Judul: Islam Liberal, Paradigma Baru Wacana dan Aksi Islam Indonesia
Penulis: Dr Zuly Qodir
Penerbit: Pustaka Pelajar
Cetakan: Oktober, 2007
Tebal: 250 halaman
Peresensi: Muhibin AM
http://suaramerdeka.com/

KOSMOPOLITANISME agama yang digagas oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan modernisasi pemikiran Islam oleh Nurcholis Madjid (Cak Nur) telah melahirkan paradigma-paradigma pemikiran baru Islam Indonesia. Islam sebagai sebuah ajaran moral, kemudian menjadi ajang pembongkaran makna di balik ayat-ayat sucinya. Continue reading “Pemikiran Posmodern Islam Liberal”

Kilas Balik Peranakan Arab di Nusantara

Judul: Hadrami Awakening: Kebangkitan Hadhrami di Indonesia.
Penulis: Natalie Mobini Kesheh
Penerjemah: Ita Mutiara dan Andri
Penerbit: Akbar, Jakarta
Cetakan: Pertama, 2007
Tebal: 275 halaman
Peresensi: Djoko Pitono
suaramerdeka.com

NENEK moyang mereka datang dari jauh, umumnya Hadramaut di Yaman, wilayah selatan Jazirah Arab. Memang sebagian telah ada yang tiba di Nusantara jauh hari, tetapi sejarawan mencatat, para pendatang laki-laki itu mulai bermukim di negeri ini pada abad ke-19. Mereka pun kawin dengan perempuan setempat dan beranak-pinak membentuk masyarakat baru. Continue reading “Kilas Balik Peranakan Arab di Nusantara”

Bahasa ยป