Aristoteles dan Para Pemikir Busuk

Djoko Pitono *
jawapos.com

Politics and the fate of mankind are shaped by men without ideals and without greatness. Men who have greatness within them don’t in for politics. Albert Camus (1913-1960)

Politik itu kotor, kata Albert Camus, pengarang Prancis pemenang Hadiah Nobel Sastra 1957. Politik dan nasib umat manusia, katanya, dibentuk oleh orang-orang tanpa idealisme dan tanpa kehebatan (kearifan). Orang-orang yang memiliki kehebatan tidak mau terjun ke politik. Continue reading “Aristoteles dan Para Pemikir Busuk”

Kearifan Seorang Sufi

Akhmad Zaini*
http://www.jawapos.com/

Dalam sejarah perjalanan bangsa ini, nama KH Achmad Siddiq (1926-1991) tentu bukanlah nama asing. Sebab, dari ulama sederhana dan kharismatik itu, muncul sejumlah pemikiran besar yang berdampak sangat luas bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di republik ini.

Pemikiran Kiai Achmad yang paling monumental adalah soal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut Kiai Achmad, NKRI yang berdasar Pancasila merupakan bentuk final. Karena itu, tidak perlu diotak-atik lagi. Dalam kehidupan bernegara, semua harus mengakui dan menerima NKRI dan Pancasila. Continue reading “Kearifan Seorang Sufi”

PETA SASTRA TAMADUN MELAYU

Maman S. Mahayana *

Edi Sedyawati, dkk., Sastra Melayu Lintas Daerah, Jakarta: Pusat Bahasa, 2006, xii + 419 halaman.

“Tak kenal maka tak sayang.” Itulah yang terjadi pada dunia Melayu, khasnya yang menyangkut selok-belok ketamadunannya (peradaban). Dunia Melayu yang pernah dicitrakan para orientalis sebagai bangsa Timur -pribumi- yang serbaterbelakang, sesungguhnya menyimpan kekayaan tamadun yang agung. Sejak lama ketamadunannya itu wujud dan mendapat apresiasi yang tinggi dari bangsa-bangsa yang sudah lebih dulu menjadi salah satu pusat kebudayaan dunia. Bangsa-bangsa besar Asia, seperti Mesir, Tiongkok, India, Parsi, dan bangsa Eropa, mengenal dunia Melayu melalui hubungan perdagangan, penyebaran agama, dan pertukaran kebudayaan. Bahkan, dilihat dari penyebarannya, jejaknya hingga kini masih tampak dalam wilayah yang begitu luas. Continue reading “PETA SASTRA TAMADUN MELAYU”

SUPER HILANG, SEGEROBAK SAJAK HAMID JABBAR

: KESERIUSAN YANG TAK KENAL LELAH

Maman S. Mahayana *

Hamid Jabbar, Super Hilang (Balai Pustaka, 1998), xii + 397 halaman
Puisi bukanlah caci-maki. Ia juga tidak sekadar ungkapan perasaan melankolis remaja yang cengeng. Seperti juga ragam karya sastra lainnya, sangat mungkin puisi dimanfaatkan sebagai alat untuk mengungkapkan kegelisahan penyair ketika ia mesti ber-hadapan dengan ketidakadilan, ketidakberdayaan atau manakala ia merindui cinta ilahiah. Continue reading “SUPER HILANG, SEGEROBAK SAJAK HAMID JABBAR”

Bahasa ยป