Belajar dari Begawan Entrepreneur

Abdul Muid Badrun*
http://www.jawapos.com/

Alkisah, ada dua orang profesor yang sedang berdebat panjang lebar tentang ilmu mereka. Satu sama lain berusaha mengungguli dan menjadi pemenang dalam debat tersebut. Salah satu profesor menyatakan, “Saya sudah tahu banyak hal dalam hidup ini, sudah membaca sekian banyak teori dan buku. Jadi saya tahu semuanya.” Profesor yang satunya tidak mau kalah dan menyatakan hal yang sama. Continue reading “Belajar dari Begawan Entrepreneur”

MODEL CERPEN PSIKOLOGIS-SIMBOLIK-SOSIO-KULTURAL

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Damhuri Muhammad, Laras, Tubuhku bukan Milikku, Jakarta: Dastan Books, 2005, 219 halaman.
Ketika berbagai saluran komunikasi tersumbat, aspirasi dan amanat rakyat masuk keranjang sampah, gugatan para demonstran dianggap angin lalu, sementara para penguasa tidur nyaman dengan segala kebisutuliannya, sastra dapat digunakan sebagai salah satu alternatif; pilihan paling aman untuk mengungkapkan kegelisahan, unek-unek atau apapun yang mengganjal hati nurani kita. Dengan caranya yang khas, sastra bisa masuk ke ruang-ruang publik, mendekam di pojokan kelas, ruang kuliah, atau terus bergentayangan, memprovokasi siapa pun pembacanya. Continue reading “MODEL CERPEN PSIKOLOGIS-SIMBOLIK-SOSIO-KULTURAL”

Kembalinya Sang Pujangga

Akhmad Sekhu *
oase.kompas.com

Sebentar lagi, sejenak istirah di atas angin dan seorang perempuan akan melahirkan aku…

Demikian kutipan dari bab terakhir Sang Nabi yang ditulis oleh Kahlil Gibran. Sang Nabi disebut sebagai mahakarya Kahlil Gibran. Di dalamnya terdapat sebuah janji, suatu ketika ia akan kembali. Janji itu kini telah ditepati. Pada Hajjar Gibran, ia menitis dan meneruskan mutiara-mutiara kehidupannya. Demikian yang tersirat dari buku berjudul Kembalinya Sang Nabi yang ditulis Hajjar Gibran. Continue reading “Kembalinya Sang Pujangga”

Robohnya Negeri 1001 Malam

Moh Samsul Arifin*
http://www.jawapos.com/

Inilah buku yang memotret sebuah perang paling berdarah –sekaligus menyita perhatian manusia di kolong langit– di ufuk milenium baru. Dua jurnalis MBM Tempo, Rommy Fibri dan Ahmad Taufik memburu segepok peristiwa yang mengiringi kejatuhan Rezim Saddam Husein dan luluh lantaknya tanah Irak selepas diinvasi Amerika Serikat dan sekutunya. Kedua jurnalis itu membuat reportase basah, di mana detail peristiwa dirawat bak menimang bayi dan jalinan peristiwa diudar dengan perspektif kuat bertopang sejarah. Continue reading “Robohnya Negeri 1001 Malam”

Bahasa ยป