
Ach. Muchlish Ar Continue reading “Bila Puisi Menggugat Cinta”
Jalan Raya Pos, Jalan Daendels
Judul : Jalan Raya Pos, Jalan Daendels
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Lentera Dipantara
Cetakan : I, Oktober 2005
Tebal : 145 hal
ISBN : 979-97312-8-3
Peresensi : Hernadi Tanzil
ruangbaca.com
Jalan Raya Pos, Jalan Daendels, membentang 1000 km sepanjang utara Pulau Jawa, dari Anyer sampai Panarukan. Dibangun dibawah perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu : Herman Willem Daendels (1762-1818). Continue reading “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels”
Potret Pramoedya Sehari-hari
Sebuah catatan penting tentang sisi lain Pramoedya Ananta Toer. Banyak cerita lucu.
Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali
Penulis : Koesalah Soebagyo Toer
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Cetakan : I, Juli 2006
Tebal : xiv + 266 halaman
Peresensi : Bagja Hidayat
http://www.ruangbaca.com/ Continue reading “Potret Pramoedya Sehari-hari”
Lirik Lereng Merapi
Akhmad Muhaimin Azzet
http://puisiazzet.wordpress.com/
Judul Buku : Lirik Lereng Merapi; Antologi Puisi dan Geguritan
Pengantar : Dewan Kesenian Sleman dan Suminto A. Sayuti
Penerbit : Dewan Kesenian Sleman bekerja sama dengan Yayasan Aksara Indonesia
Tahun : 2001
Tebal : 174
ISBN : 979-95817-18-9
Judul antologi ini memang Lirik Lereng Merapi, tetapi sidang pembaca jangan bertanya di manakah letak ciri-ciri ke-Merapi-an atau ke-Sleman-an yang tampak dalam sajak atau geguritan yang terhimpun dalam antologi ini. Jangan pula bertanya apakah ke-Merapi-an merupakan idiosinkrasi penyair-penggurit Sleman. Continue reading “Lirik Lereng Merapi”
Membaca Prosa Tanpa Setitik Fiksi
Furqon Abdi
http://citizennews.suaramerdeka.com/
Membaca 17 laporan jurnalistik Linda Christanty dalam bukunya, Dari Jawa Menuju Atjeh, kita tidak akan merasa lelah, seperti layaknya membaca berita-berita dalam headline koran. Oleh Linda, peristiwa besar macam pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dibikin ‘ringan’. Ringan, dalam artian lebih enak dibaca, bukan kacangan. Continue reading “Membaca Prosa Tanpa Setitik Fiksi”
