Moh. Samsul Arifin
http://www.jawapos.com/
”Rendra tak pernah takut pada kekuasaan, termasuk tank dan panser, yang coba menundukkan akal sehatnya.”
DI manakah tempat kritik dalam ke?penyairan Willibrodus Surendra Broto Rendra yang dipanggil Tuhan pada 7 Agustus lalu (Senin besok 40 harinya)? Ja?wabnya, pada bentuk dan muatan puisi-puisinya. ”…Saya sang?si apa ini (sa?jak-sajak Rendra) bisa di?sebut puisi? Sajak Rendra demikian keras sehingga ka?dar puisinya tu?run,” ujar Dick Hartoko (saat itu pe?mimpin BASIS) setelah Si Burung Merak tampil di Sport Hall Kri?do?sono, Jogjakarta, Desember 1978. Continue reading “Rendra, Puisi Pamflet, dan Gairah”
