Dari Sastra ke Rupa ke Sastra

Sjifa Amori
jurnalnasional.com

Seni rupa dan sastra bergulat mengemukakan pemaknaannya atas perang.
Perang menjadi titik perjalinan antara puisi, lukisan, dan instalasi dalam pameran Festival Salihara tahun ini. Pameran yang bertajuk Perang, Kata, dan Rupa ini memilih beberapa karya teks puisi dengan tema “perang” sebagai pusat perbincangannya. “Perang” ini akan dimulai dari pertempuran dalam makna sebenarnya hingga perang yang memuat pertikaian dengan diri sendiri. Seperti yang diutarakan penyair kenamaan Chairil Anwar dalam puisinya, Malam. Continue reading “Dari Sastra ke Rupa ke Sastra”

Jalaluddin Rumi Lahir di Banyuwangi*

Anett Tapai

Sajak-sajak (puisi) dalam antologi ini adalah sajak kehidupan. Seperti halnya sastra itu sendiri yang diciptakan oleh kehidupan, maka sastra adalah gambaran kehidupan. Di sini ada kehidupan orang kaya, ada pula kehidupan orang miskin, ada kehidupan orang yang suka mengumpulkan harta saja, ada juga kehidupan orang baik. Yang lebih menarik adalah ada kehidupan orang kota dengan segala gayanya, dan ada pula kehidupan manusia yang penuh dengan kekurangannya. Continue reading “Jalaluddin Rumi Lahir di Banyuwangi*”

Ketika Jawa Terendam Darah

Judul buku : Konflik Berdarah di Tanah Jawa
Penulis :Raka Revolta
Penerbit : Bio Pustaka, Yogyakarta
Cetakan : 2009
Tebal : viii + 152 halaman
Peresensi : MG. Sungatno *
cawanaksara.blogspot.com

Tanyakan pada Ken Dedes, siapakah pembunuh akuwu Tunggul Ametung? Jawabnya: Ken Arok! Anak hasil hubungan gelap Brahmana Gajah Para dengan Ken Ndok itulah yang menjadikan Anusapati yatim sejak dalam kandungan (hlm.5). Continue reading “Ketika Jawa Terendam Darah”

Bahasa »