Di Atas Dipan Penantian

Zelfeni Wimra
http://www.jawapos.com/

Datanglah bermalam sesekali. Di sebelah tempat tidurku, bersisian dengan jendela, ada dipan bambu. Kau boleh tidur di situ. Maafkan, kapas kasurnya sudah tipis dan dingin. Biasanya, bapak yang tidur di sana. Tapi sejak tiga hari yang lalu bapak tidak lagi di sini. Ia kuminta pergi mencarikan obat untukku.

Kau juga boleh mengeping kayu dan membakarnya di tungku. Memasak nasi atau merebus air. Bikinlah kopi, baca buku, atau mendengarkan radio. Kalau tengah malam, ketika uir-uir berhenti bernyanyi dan udara seperti letih menggendong cuaca, jangan tercengang, kau mungkin akan dikejutkan oleh gaduh suara dari tengah rimba. Continue reading “Di Atas Dipan Penantian”

Teks Buku Motivasi v Konteks Sosial

Husni Anshori
http://www.jawapos.com/

Item buku motivasi serasa begitu marak beberapa waktu belakangan. Entah itu besutan anak bangsa maupun impor atawa terjemahannya. Selain itu, bejibun pula karangan sejumlah motivator dadakan yang sebenarnya juga hanya menjajal peruntungan mengamini kecenderungan pasar. Siapa tahu bernasib mujur dapat memulung omzet melimpah. Jangan heran bila stoknya lumayan mendominasi aneka dagangan gerai pustaka di berbagai tempat. Orang-orang pun kesemsem pada remik-remik komoditas literasi musiman tersebut. Continue reading “Teks Buku Motivasi v Konteks Sosial”

Jerat Liberalisasi dan Kedaulatan Energi

M. Mushthafa*
http://www.jawapos.com/

Dalam suasana pemilu dan pilpres 2009 yang lalu, diskusi tentang neoliberalisme ekonomi sempat ramai dibicarakan di berbagai media. Sayangnya, masalah tersebut cenderung berkembang sebagai isu politik sesaat dalam konteks yang pragmatis, sehingga substansi masalahnya kurang tersentuh. Salah satu indikasinya, saat ini masalah tersebut kembali redup tergantikan isu lain. Continue reading “Jerat Liberalisasi dan Kedaulatan Energi”

Nalar Cerita dan Ekstase Imajinasi

Bandung Mawardi*
http://www.jawapos.com/

PEMBACA mungkin suntuk dan bakal menyesatkan diri dalam kerimbunan tanda dan keramaian imajinasi. Pembaca masuk dalam nalar cerita dengan negasi dan afirmasi untuk penciptaan realitas-fiksionalitas dan permainan referensi tak henti. Cerita-cerita terus memberikan tawaran dengan racun-racun magis dan bumbu dekonstruksi untuk membuat pembaca tertegun atau kelelahan. Jalan kecil selalu dijadikan dalil untuk istirahat dan menyelamatkan nalar cerita sebelum ada tumpukan imajinasi jatuh menimpa kepala pembaca. Cerita menjelma persemaian kata dan makna tanpa ada batas geografis, waktu, etnis, agama, ideologi, politik, dan historis. Continue reading “Nalar Cerita dan Ekstase Imajinasi”

Dieter Mack dan Suara Selandia Baru

Ibnu Rusydi
http://www.korantempo.com/

Twitter terdiri atas tiga movement. Ini adalah tafsir Robin Toan terhadap bebunyian burung-burung di sebuah taman.
Komponis asal Jerman yang pernah lama tinggal di Indonesia itu menampilkan karyanya dan karya-karya komponis Selandia Baru.
Dua saksofon berbeda ukuran itu menyuarakan bunyi seperti orang berselisih. Yang satu melengking merepet, sementara yang satu menimpali dengan bebunyian bernada rendah. Pada akhirnya, keduanya mengeluarkan bebunyian sember, pendek-pendek dan dengan tekanan. Seperti mencapai kesepakatan. Continue reading “Dieter Mack dan Suara Selandia Baru”

Bahasa ยป