Tukang Cuci

Mardi Luhung
koran.kompas.com

Perkenalkan. Namaku Tukang Cuci. Pekerjaanku tukang cuci. Hidupku tukang cuci. Dan sebagai tukang cuci, aku mencuci semua yang perlu untuk dicuci. Biar bersih. Biar cling. Tak ada daki. Tak ada kotoran. Dan tak membuat bagi yang memakainya menjadi malu. Lalu membenamkan mukanya ke dalam bak kamar mandi. Mencoba mengusir rasa malunya itu. Continue reading “Tukang Cuci”

Dua Kawan di Tepi Pantai

Isbedy Stiawan Z.S. *
lampungpost.com

BERJALAN ke arah matahari terbenam, sore hari, kemilau langit. Setelah gang pertama dari tempat kos, aku terus menyeret kedua kakiku. Entah apa yang ada di benakku. Benar-benar kosong.

Pikiranku akhir-akhir ini memang kacau. Tak menentu. Tetapi, aku selalu membunuhnya. Sehingga pikiranku benar-benar kosong. Aku terkadang tersenyum, di waktu lain geram. Continue reading “Dua Kawan di Tepi Pantai”

Taman yang Pernah Kusinggahi

S.W. Teofani
http://www.lampungpost.com/

AKU menuju Firdaus. Sebuah taman yang dijanjikan Tuhan bagi jiwa-jiwa tenang. Tuhan memanggil jiwa-jiwa itu lebih lembut dari desau angin. “Hai jiwa-jiwa tenang, datanglah kepada Tuhanmu dengan kegembiraan dan ridho-Nya. Masuklah pada barisan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke surgaku.”

Hatiku berdegup kencang. Mangeja; termasukah aku salah satu jiwa yang dipanggil semesra malam pengantin. Air mataku meleleh, manelaah, mungkinkah panggilan itu pantas untuk jiwa-jiwa gelisah, seperti jiwaku. Continue reading “Taman yang Pernah Kusinggahi”

Persoalan Cerpen Persoalan Bahasa

Indra Tjahyadi

Persoalan cerpen, sebagaimana ragam jenis prosa lainnya seperti novel ataupun novelet, adalah persoalan bahasa. Dalam artian, bagaiamanakah sebuah kejadian atau peristiwa mampu diwujudkan dalam satu kontruksi bahasa naratif.

Ia jelas berbeda dengan puisi yang lebih menekankan diri pada kata. Menyoal hal ini, Wiratmo Soekito, pemikiran sastra Indonesia, pernah mengilustrasikannya dengan cerdas bahwa persoalan seorang prosawan adalah persoalan bahasa sebab ia berada dalam bahasa. Continue reading “Persoalan Cerpen Persoalan Bahasa”

MENCARI PERKEMBANGAN PROSA YANG MEMADAI*

Imam Muhtarom
Jurnal Nasional, 13 Jan 2008

Perkembangan prosa saat ini rupanya hendak berjalan sendiri dengan upaya melepaskan dari perkembangan sosial-politik yang ada. Hingar bingarnya para penulis prosa awal 1990-an yang kental tautannya dengan kekuasaan orde baru sebagai suatu respon yang nyaris tak bisa dihindari, kini seolah tidak mendapat jejaknya. Kalau pun ada, prosa demikian jarang, dan sekalipun ada nyaris tidak terdengar gaungnya. Continue reading “MENCARI PERKEMBANGAN PROSA YANG MEMADAI*”

Bahasa ยป