Ludruk Karya Budaya, Cermin Yang Hidup

Jabbar Abdullah*
http://id-id.facebook.com/people/Jabbar-Abdullah/1020385855

Marsudyo wong cilik biso gumuyu (Berupayalah membuat orang kecil bisa tersenyum)– Semar —

Segala yang menjadi perhatian sudah barang tentu memiliki ?sesuatu? yang menarik dan patut untuk disimak. Begitu pula ketika membincangkan Ludruk Karya Budaya (LKB) yang menurut saya telah menjadi ?legenda hidup? sebagai salah satu ludruk yang ?mungkin? tertua dan pernah ada di Jawa Timur yang mampu bertahan hidup selama 40 tahun. Berangkat dari hasrat dan adanya ?sesuatu? yang menarik itulah tulisan ini dimunculkan dengan maksud untuk menyelami lebih dalam proses kreatif LKB dalam melangsungkan tugas berkeseniannya untuk menjadikan kesenian ludruk lebih bermartabat dan terhormat serta bukan hanya sekadar hiburan saja. Continue reading “Ludruk Karya Budaya, Cermin Yang Hidup”

Peluncur dari atas Bukit

Rini Asmoro
http://www.facebook.com/people/Rini-Asmoro/1639163964

Bukit dan lembah dan langit hijau dan pohon biru, hamparan rumput bak beledu menghias. Pondok tempat tinggalku tepat berada di kaki lembah membelakangi bukit. Selalu menyenangkan berada di tempat berselimut biru pohon seperti ini, mencumbu hijau mencumbu biru bercinta dengan alam. Sendiri. Menyendiri, mencoba melupakan segala sesuatu yang membuat sedih, mencoba melupakan segala bahagia yang pernah hadir. Kerap aku duduk berlama-lama memeluk lutut beralas rerumputan, damai tiada tara walau hanya berkawan angin berkawan sepi berkawan bisu. Continue reading “Peluncur dari atas Bukit”

Pohon Jambu Klutuk

Susy Ayu
http://www.facebook.com/inbox/readmessage.php?t=1144770786712&f=1&e=0#/profile.php?id=1852035871

Pernahkah kau menjumpai pohon jambu klutuk yang bisa menjadi sahabat baik sepanjang perjalanan tiga belas tahun kehidupanmu? Aku bahkan memilikinya, ia tumbuh di halaman rumahku. Dahannya sebagian yang menyeberang pagar adalah tempatku berayun sambil menyanyikan lagu lagu yang ada di ingatanku. Kadang penuh, kadang setengah kadang hanya reff nya saja. Pada setiap baris lagu selalu merupakan sapaan pada ujung dahan untuk mencium tepian parit di seberang pagar. Continue reading “Pohon Jambu Klutuk”

Wanita dalam Panggung Sastra Indonesia

Atih Ardiansyah*
http://www.pikiran-rakyat.com/

Dalam “belenggu” tradisi Jawa, Kartini dipingit. Namun, ia tidak kehabisan akal dengan hal itu. Ia lalu sering menulis surat dalam bahasa Belanda lalu mengirimkannya kepada sahabat-sahabatnya di Belanda. Keluarga Abendanon menjadi salah satu sahabat penanya. Kartini menuliskan pandangan-pandangannya mengenai dunia wanita dan pentingnya berbuat sesuatu untuk memajukan kaumnya. Ia pun terkenal dengan motonya “Aku mau?” (Annida edisi No.8/XVI/ 15 April-15 Mei2007, hlm.16) Continue reading “Wanita dalam Panggung Sastra Indonesia”

Sastrawan Sunda dan Perempuan

Atep Kurnia *
newspaper.pikiran-rakyat.com

Bagaimana perempuan digambarkan atau direpresentasikan oleh sastrawan Sunda? Novel Sunda sebelum Perang Dunia II, umumnya menggambarkan tokoh-tokoh perempuan yang malang.

Novel Sunda pertama yang memulainya. Ya, Baruang ka nu Ngarora (1914) karya D.K. Ardiwinata menampilkan Rapiah. Ia digambarkan sebagai perempuan tidak teguh pendirian. Ia berupaya mengikatkan dirinya pada laki-laki berstatus menak, Aom Kusman. Yang ekstrem, bahkan ia rela diperlakukan sewenang-wenang oleh suaminya yang bergelar raden itu. Continue reading “Sastrawan Sunda dan Perempuan”

Bahasa ยป