Suramadu

D. Zawawi Imron
jawapos.com

Inilah jembatan yang terpanjang di Indonesia, ”Suramadu” yang terentang antara kota Surabaya dan Pulau Madura, telah diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 10 Juni lalu. Banyak orang kagum, banyak orang gembira, dan berbagai harapan sepertinya ditumpahkan pada jembatan itu. Ada yang menyebut jembatan perekonomian, jembatan industrialisasi, dan jembatan pariwisata untuk merambah Madura. Semua itu, tentu baik, asalkan untuk kesejahteraan bersama. Continue reading “Suramadu”

Badar Besi

Damhuri Muhammad
http://www.jawapos.com/

(1)
Centeng los daging yang ditakuti para pemalak di pasar ini di masa lalu hanya seorang tukang cukur. Meski begitu, menjadi tukang cukur, baginya, adalah sebuah kuasa yang belum tentu dimiliki oleh pembunuh bertangan dingin sekalipun. Betapa tidak? Tanpa gamang dan was-was, leluasa tangannya menekan, menekuk, dan bila perlu memelintir tempurung kepala siapa saja yang sedang dicukurnya. Di tangannya, semua kepala sama harganya, atau barangkali tak berharga. Continue reading “Badar Besi”

Tragedi Naskah Kuno dan Kesadaran Literasi

Munawir Aziz *
jawapos.com

Kabar buruk tentang hilangnya naskah kuno di Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, merupakan rentetan tragedi dalam dunia literasi negeri ini. Museum ini didirikan pada 28 Oktober 1890 oleh Adipati Sosroningrat IV ketika masa pemerintahan Pakubuwono IX. Koleksi naskah yang hilang antara lain, Warna-Warni Sinjang (4 jilid), Smaradhana, Kakawin Barathayudha, Bausastra (4 jilid), Primbon Mangka Prajan, Serat Ong Ilaheng, Serat Jayalengkara Purwacarita, Serat Ambiyabahwi, Babad Surakarta, Babad Giyanti Dumugi Prayat, Serat Wiwahajarwa, Buku Gambar Songsong Keraton, Babad Purwa, dan lain-lain. Continue reading “Tragedi Naskah Kuno dan Kesadaran Literasi”

Menangkap Spirit Nge-Blog Ndoro Kakung

Adi Baskoro*
http://www.jawapos.com/

Bagi yang pernah atau sering mampir di blog ndorokakung.com, pasti cukup akrab membaca kata ”pecas ndahe”. Kata ”pecas ndahe” di Jogja dan Solo, biasanya dipakai sebagai umpatan. Kata itu sengaja dipakai untuk menunjukkan kekesalan hati pemiliknya bila melihat dunia yang semakin tua dan penuh tikungan mengejutkan. Demikian aku Wicaksono –pemiliki blog ndorokakung.com– saat ditanya asal-usul tagline ”pecas ndahe”. Continue reading “Menangkap Spirit Nge-Blog Ndoro Kakung”

Ilusi Berbuah Kontroversi

Moh Samsul Arifin*
http://www.jawapos.com/

Imajinasi, hasrat, aspirasi, dan lalu menggumpal menjadi aksi untuk mendirikan negara Islam bukanlah hal baru dalam relasi agama dan negara di Indonesia. Pemberontakan DI/TII yang dipimpin RM Kartosuwiryo, PRRI dan Permesta pada 1950-an adalah bukti bahwa negara Islam menjadi cita-cita sebagian umat Islam.

Menurut Abu A’la Al-Maududi, negara Islam diletakkan pada prinsip utama pada pengakuan kedaulatan Tuhan sebagai segala sumber hukum. Bahwa tak seorang pun yang dapat menetapkan hukum, kecuali Allah SWT sebagai pemilik kedaulatan tunggal. Dalam pengertian ini, negara Islam memiliki tiga pilar, yakni masyarakat muslim, hukum Islam atau syariat Islam, dan khilafah (Islam Radikal, 2002). Continue reading “Ilusi Berbuah Kontroversi”

Bahasa ยป