Berburu Celeng

Abdullah Sajad
http://www.facebook.com/profile.php?id=1575574180&ref=mf

i
Satu anjing bersama seorang yang memegang golok. Golok hitam yang berukir seperti lahar, besi baja matang. Golok yang ditempa dengan seribu jilatan api dalam tungku. Bersama doa yang disematkan dalam kelamnya. Bersama panas yang dipendam dalam ukiran kawah gunung krakatau.

Dua anjing dengan satu orang yang memegang senapan dorlok. Senjata rakitan dari tukang bubut yang biasanya melobangi mesin mobil atau mengorek mesin agar busi membakar bensin dalam balap liar. Senjata itu adalah mesin yang berisi peluru dari serpihan besi dan gotri. Continue reading “Berburu Celeng”

KECANTIKAN & MISTIS ALAM NATURALIS

Nurel Javissyarqi*
http://nureljavissyarqi.wordpress.com/

Siapa pun yang dicintai adalah cantik, tetapi tidak semua yang cantik itu dicintai (Jalaluddin Rumi, Discourses of Rumi, fihi ma fihi, A. J . Arberry).

Marilah memohon ridho-Nya, Yang Maha Cantik, Yang Maha Mistis. Hanya dengan-Nya menyandarkan pemahaman, tidak sekadar dataran pemikiran. Dia pemegang hati menguasai lupa serta ingatan, segala tautan, tambatan, mesti kepada-Nya. Continue reading “KECANTIKAN & MISTIS ALAM NATURALIS”

Pram, Punk, dan Gerakan Komunitas di Blora

Abdul Malik, Fahrudin Nasrulloh

Wahai huruf??
Alangkah akan tinggi ucapan
Terima kasihku, bilalah kamu
Menjadi buku terbuka
Bagi manusia yang membacanya
(Pramoedya Ananta Toer, Menggelinding 1)

Bebaris kata-kata Pram itu terpampang di salah satu banner di bagian tengah atas yang berisi sejumlah cover novel-novel Pram, baik yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa asing. Continue reading “Pram, Punk, dan Gerakan Komunitas di Blora”

Izroil dan Bunda Malin (klarifikasi dongeng Malin Kundang)

Muhammad Zuriat Fadil

And I have to be sure
When I walk out the door
O ,How I wont to break free?
(I Want to Break Free, Queen)

Hari itu Izroil sedang mendapat tugas berat, yakni mencabut nyawa seorang ibu yang dulu pernah mengutuk anaknya menjadi batu. Setelah menyelesaikan tugasnya di beberapa tempat dan waktu yang berbeda, Izroil pun kembali melesat dengan kecepatan cahaya membelah ruang menembus zaman, menuju kediaman Bunda Malin. Ibu itu rupanya sedang termenung dalam lamunan ketika Izroil sampai di depan pintu kamarnya. Continue reading “Izroil dan Bunda Malin (klarifikasi dongeng Malin Kundang)”

Bahasa ยป